Tampilkan postingan dengan label Obat-obatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat-obatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

Mengobati luka pada ayam aduan dengan menggunakan obat tradisional

Mengobati luka pada ayam aduan dengan menggunakan obat tradisional
Mengobati luka pada ayam aduan dengan menggunakan obat tradisional - Bagi penghobi ayam aduan tentu ingin memiliki ayam yang mampu menggebrak di arena pertarungan, ayam yang bagus dan berkualitas tentu menjadi bahan pertimbangan dalam memilih ayam aduan. dan seringkali dijumpai ayam tersebut mengalami luka-luka pada wajahnya. untuk mengobatinya, beberapa penghobi ayam aduan biasa meggunakan obat-obatan antibiotik pabrikan yang banyak dijual di pasaran. padahal, harga sebungkus obat tersebut tidaklah murah, dan terkadang kita tidak tahu efek samping yang akan ditimbulkan setelah pemakaian obat tersebut

obat tradisional untuk mengobati luka pada ayam aduan, salah satunya dapat diambil dari manfaat lendir lidah buaya karena kebaikan yang begitu banyak di dalamnya. pada saat darurat, pemakaian lendir lidah buaya ini untuk pengobatan juga sangat mudah, cukup dengan mengoles lendir tersebut pada wajah ayam yang terluka dan membiarkannya sampai kering.

Selain digunakan untuk mengobati luka, lapisan lendir lidah buaya yang mengering pada wajah ayam akan melindungi ayam dari serangan bakteri atau kuman yang mungkin bisa menyebabkan luka tersebut menjadi infeksi. obat tradisional ini juga tidak menimbulkan efek samping dan aman untuk pemakaiannya.


Cara pemakaian :
  • Mengambil lendir pada daun lidah buaya, kemudian oleskan di permukaan kulit yang terluka sampai merata.
  • Setelah beberapa saat, bersihkan lendir dengan air hangat dan bersih. air yang diberikan hendaknya sudah mendidih sebelumnya ( hangat-hangat kuku )
  • Mengiris tipis-tipis daun lidah buaya dan tempelkan irisan tersebut pada luka untuk menutupi luka selama beberapa saat. daun ini akan memberikan rasa sejuk pada luka dan mengurangi rasa perih yang mungkin timbul setelah luka dibersihkan dengan air hangat.


Tanaman ini selain berkhasiat mujarab juga sangat mudah dalam hal perawatannya dikarenakan termasuk tanaman perdu. dalam cuaca panas maupun dingin, tanaman ini dapat tumbuh subur, bahkan dalam kondisi yang sulit air sekalipun tanaman ini juga bisa hidup normal, karena mereka memiliki cadangan air yang disimpan dalam daun yang berbentuk lendir tersebut. selain dapat bertahan dalam berbagai kondisi, tanaman ini juga mudah berkembang biak dan dibudidayakan.

sumber : ayambangkokpurwokerto.blogspot.com

Rabu, 29 Mei 2013

Bolehkah mencampur obat atau vitamin dengan jamu tradisional untuk mengobati ayam ?

Bolehkah mencampur obat atau vitamin dengan jamu tradisional ?

Pemberian obat atau vitamin sebaiknya tidak dicampur dengan jamu tradisional. Hal ini dikarenakan kandungan zat di dalam jamu tradisional tidak diketahui secara jelas, dikhawatirkan ada zat-zat tertentu yang bisa menurunkan potensi obat atau vitamin. Jika jamu tradisional tetap akan diberikan sebaiknya diberikan secara terpisah (pada waktu yang berbeda). Misalnya obat atau vitamin diberikan pada pagi-sore sedangkan jamu tradisional diberikan pada malam hari. Selain itu, obat dan vitamin sebaiknya juga tidak diberikan bersamaan, karena ada beberapa obat yang potensinya (daya kerjanya) menurun jika dicampur dengan vitamin, seperti daya kerja obat yang mengandung antibiotik golongan sulfonamida (Trimezyn, Respiratrek, Erysuprim, Duoko) akan menurun saat dicampur dengan vitamin B atau asam amino. Selain itu, potensi dari obat golongan fluoroquinolon dan tetrasiklin juga akan berkurang jika tercampur dengan elektrolit (Ca2+, Mg2+, Al3+).

(sumber: info.medion.co.id)

Minggu, 23 Desember 2012

Perhatikan aturan pakai obat supaya kerja obat bisa optimal

Perhatikan aturan pakai obat supaya kerja obat bisa optimal
Kunci sukses pemeliharaan ayam ditunjukkan dari tingkat produktivitas yang optimal, yaitu pertumbuhan ayam yang cepat, produksi telur yang tinggi dan kematian ayam yang rendah. Tentu ini menjadi harapan kita semua. Namun, dalam mencapai hal tersebut seringkali kita dihadapkan dengan suatu tantangan, baik berat atau ringan. Salah satunya ialah adanya serangan suatu penyakit, baik viral, bakterial, protozoa, jamur dan lainnya.

Kita pun akan segera melakukan penanganan untuk membantu ayam mengatasi serangan tersebut, baik melalui vaksinasi, desinfeksi maupun medikasi. Setelah semua daya dilakukan, keberhasilanlah yang kita harapkan, namun kadang, kegagalanlah yang kita tuai. Evaluasi terhadap kegagalan itu hendaklah kita lakukan agar diperiode selanjutnya tidak terulang kembali. Berikut seputar hal yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan kerja obat.

Mengenal Petunjuk Pemakaian Obat
Setiap produk farmasetik atau obat selalu dilengkapi dengan petunjuk pemakaian obat, baik berupa etiket atau leaflet. Tujuannya tidak lain agar daya kerja obat dapat optimal dalam mengatasi infeksi penyakit. Informasi yang tercantum dalam etiket atau leaflet biasanya meliputi komposisi, indikasi, aturan pakai, perhatian, dan nomor registrasi.

Komposisi
Data komposisi yang dicantumkan meliputi jenis zat aktif yang terkandung dalam produk dan juga kadarnya. Dari sisi konsumen, informasi ini bermanfaat sebagai bahan pertimbangan pembelian produk misalnya untuk membandingkan dengan produk sejenis. Selain itu, membantu kita dalam melakukan rolling obat, dimana penggantian obat dengan jenis zat aktif yang sama atau satu golongan tidak diperkenankan.

Adanya informasi jenis zat aktif dan komposisi ini juga berfungsi sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan nomor registrasi. Inipun berperan sebagai kontrol bagi pemerintah dalam mengawasi kualitas obat hewan. Biasanya secara periodik, instansi pemerintah, dalam hal ini Balai Besar Pengawasan Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) melakukan inspeksi terhadap obat hewan yang telah teregistrasi (memiliki nomor registrasi).

Indikasi
Indikasi memberikan rekomendasi kepada kita (peternak, red) sebaiknya obat ini digunakan untuk mengatasi jenis penyakit tertentu. Contohnya pada etiket Amoxitin tersebut yang diindikasikan untuk mengatasi korisa, colibacillosis dan salmonellosis (avian paratyphoid, fowl typhoid, pullorum).

Hal ini tentu akan mempermudah kita dalam pemilihan obat yang sesuai. Meskipun demikian, seringkali etiket atau leaflet tidak mencantumkan semua jenis penyakit yang bisa ditangani oleh obat ini. Biasanya suatu zat aktif yang terkandung dalam suatu obat seringkali memiliki spektrum kerja yang luas, yaitu mampu mengatasi bakteri Gram (+) maupun Gram (-). Mengenai informasi lebih detailnya bisa ditanyakan kepada tenaga lapangan.

Adanya petunjuk tersebut menjadi sangat penting, karena merupakan salah satu syarat utama yang menentukan keberhasilan pengobatan. Jika kita salah memilih obat, tentu saja penyakit yang menyerang ayam tidak akan sembuh. Ambil contoh pada ayam yang sedang terinfeksi CRD (ngorok) lalu diberi Ampicol untuk mengatasinya. Meski diberikan secara benar dan tepat, namun ayam tidak akan sembuh. Hal ini disebabkan Ampicol tidak diindikasikan untuk CRD, tetapi untuk colibacillosis, kolera dan infeksi sekunder bakteri pada kasus Gumboro. Menjadi pertanyaan lanjutan, mengapa Ampicol tidak mampu mengatasi CRD? Hal ini tidak lain karena zat aktif dalam Ampicol bekerja merusak membran sel bakteri, sedangkan Mycoplasma gallisepticum (penyebab CRD) tidak memiliki membran sel. Obat yang efektif untuk mengatasi CRD antara lain Proxan-C, Proxan-S, Therapy, Trimezyn ataupun Tyfural.

Aturan pakai
Pada bagian aturan pakai, biasanya dicantumkan informasi tentang dosis obat dan lama pemberian obat. Contoh redaksinya ialah 0,1 gram tiap kg berat badan atau 1 gram tiap 2 liter air minum, diberikan selama 3-5 hari berturut-turut. Redaksi ini bermakna untuk mendapatkan efek pengobatan yang optimal, yaitu ayam sembuh dari penyakit, hendaknya obat diberikan dengan dosis 0,1 gram tiap kg berat badan atau 1 gram obat dilarutkan dalam 2 liter air minum yang diberikan selama 3 sampai 5 hari.

Kenapa dosis pada etiket leaflet tersebut ada 2 pilihan, yaitu berdasarkan berat badan dan konsumsi air minum? Tidak perlu dibingungkan mengenai dosis ini karena pada prinsipnya keduanya sama. Awalnya penentuan dosis ini didasarkan pada dosis tiap berat badan dengan tujuan agar dosisnya lebih tepat. Sedangkan dosis berdasarkan air minum bertujuan untuk mempermudah dalam pengaplikasiannya. Dosis berdasar air minum ini merupakan hasil konversi dari dosis berat badan dengan ketentuan seekor ayam dengan berat badan sebesar 1 kg mengkonsumsi air minum sebanyak 200 ml dan ransum 100 gram. Jika contoh dosis pada aturan pakai tersebut dijabarkan menjadi :

Dosis air minum
= 1 gram tiap 2 liter air minum
Jika diubah menjadi dosis berat badan
= 1 gram tiap 2.000 ml air minum
= 1 gram tiap (2.000 : 200) ml air minum (ingat! 1 kg berat badan ayam mengkonsumsi 200 ml air minum)
= 1 gram tiap 10 kg berat badan
= 0,1 gram tiap kg berat badan

Sebuah trial yang telah dilakukan oleh bagian research and development (R&D) Medion menunjukkan pemberian obat berdasarkan dosis berat badan maupun air minum memberikan efek pengobatan yang optimal. Pemberian obatnya dilakukan 2 kali sehari, yaitu pukul 06:00 - 12:00 WIB dilanjutkan 12:00 - 18:00 WIB dan setelahnya diberi air minum biasa (tanpa obat). Hasilnya ditunjukkan pada Grafik 1 dimana pada hari ke-5 pengobatan ayam sembuh dari sakit.

Hal yang perlu diingat jika kita menggunakan dosis berdasarkan air minum ialah jumlah air minum yang digunakan untuk menghitung kebutuhan obat merupakan konsumsi air minum ayam selama 24 jam, bukan konsumsi air minum saat pemberian obat (pukul 06:00 - 18:00). Hal ini terkait dengan angka konversi dosis dari dosis berat badan ke air minum ialah 1 kg berat badan ayam mengkonsumsi 200 ml air minum. Air minum sebanyak 200 ml ini merupakan kebutuhan ayam dalam satu hari penuh.

Saat ayam sakit, konsumsi air minum cenderung berkurang sehingga kita harus lebih berhati-hati saat menghitung kebutuhan obat. Dan jika peternakan kita berada di daerah yang dingin dimana tingkat konsumsi air minumnya lebih rendah, tentu akan berpengaruh terhadap jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh ayam. Oleh karenanya dosis obat perlu dihitung lebih seksama.

Begitu pentingkah ketepatan dosis pemberian obat ini? Tentu, sangat penting. Obat akan menghasilkan efek pengobatan yang optimal saat konsentrasi atau kadarnya di dalam tubuh ayam mencapai kadar minimum atau Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Sebelum obat mencapai kadar MIC, obat tidak akan bekerja menghasilkan efek pengobatan.

Oleh karena itu pemberian obat yang tidak tepat dosis akan mengakibatkan daya kerja obat membasmi bibit penyakit yang telah menginfeksi ke dalam tubuh ayam menjadi kurang optimal atau malah tidak mempan sama sekali. Tentu hal ini menjadikan pemberian obat yang kita lakukan ialah sebuah kesia-siaan. Dosis yang kurang ini juga bisa memicu terjadinya resistensi obat, dimana bibit penyakit telah mempunyai mekanisme pertahanan untuk melawan obat sehingga perlu diganti dengan obat golongan lainnya.

Penentuan dosis obat ini didasarkan pada hasil uji farmakokinetik, yaitu suatu uji yang dilakukan untuk mengetahui “nasib” obat saat berada di dalam tubuh ayam. Dengan dosis yang tepat dan didukung dengan rute pemberian yang sesuai obat dapat mencapai organ target dalam jumlah yang cukup melalui rute pengobatan tertentu.

Informasi kedua yang bisa kita ketahui dari aturan pakai ialah rute pemberian obat. Secara umum obat dapat diberikan pada ayam melalui 3 rute, yaitu oral (melalui saluran pencernaan), parenteral (suntikan) atau topikal (dioles). Penjelasan detail mengenai perbedaan rute pemberian obat ini tercantum pada Tabel 1.


Pemilihan rute pengobatan menjadi hal yang penting untuk memastikan obat dapat mencapai organ atau lokasi kerja yang diinginkan sehingga obat bisa berkerja secara tepat dan optimal. Pemilihan rute pemberian obat ini disesuaikan dengan jenis obat yang digunakan, jenis penyakit yang diobati, jumlah ayam, tingkat keparahan penyakit maupun lama waktu obat itu diberikan.

Data technical service (TS) Medion (2006) menunjukkan rute pemberian obat pada ayam paling banyak dilakukan melalui air minum, yaitu sebesar 95% dan selebihnya diberikan secara suntikan. Pengobatan secara topikal relatif jarang ditemukan.

Agar pemberian obat melalui air minum mampu memberikan efek pengobatan secara optimal, perlu sekiranya kita perhatikan beberapa hal berikut :
  • Air sadah dan adanya kandungan logam berat seperti besi, dapat mengurangi efektivitas Proxan-C, Proxan-S, Neo Meditril, Doxyvet
  • Sinar matahari langsung dapat mengurangi stabilitas obat di dalam larutan. Oleh karena itu larutan obat hendaknya dibuat segar dan diletakkan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung
  • Derajat keasaman (pH) netral, tidak terlalu ekstrem (pH < 6 atau pH > 8). Sulfamix akan mengendap bila dilarutkan ke dalam air dengan pH terlalu rendah (pH < 5) dan Doxyvet dapat mengendap jika pH air > 8
  • Konsumsi air minum setiap ayam berbeda-beda sehingga jumlah obat yang masuk ke dalam tubuh setiap ayam tidak sama. Hal ini dapat diminimalisasi dengan penyediaan tempat air minum yang sesuai dengan jumlah ayam
  • Pemberian obat melalui air minum hendaknya tidak dicampur dengan desinfektan. Pencampuran tersebut akan menurunkan bahkan merusak obat. Contohnya ialah Antisep, Neo Antisep atau klorin akan mengoksidasi obat sedangkan Medisep bisa mengendapkan Sulfamix
Lama waktu pemberian obat menjadi petunjuk ketiga yang tercantum pada aturan pakai. Sama halnya dengan dosis dan rute pemberian, lama waktu pemberian obat menjadi kunci pokok yang menentukan keberhasilan pengobatan, yaitu obat berada dalam waktu yang cukup.

Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa kadar obat di dalam tubuh akan berkurang dalam jangka waktu tertentu. Kecepatan eliminasi obat dari dalam tubuh ini ditunjukkan melalui waktu paruh. Waktu paruh yang diberi simbol T1/2 merupakan waktu yang diperlukan tubuh untuk mengeliminasi obat sebanyak 50% dari kadar semula. Obat dengan T1/2 pendek akan berada di dalam tubuh lebih singkat dibanding dengan yang mempunyai T1/2 panjang.

Pada aplikasinya, obat dengan T1/2 pendek perlu diberikan dengan interval waktu lebih pendek, misalnya diberikan 2-3 kali sehari untuk mempertahankan kadar efektif di dalam darah. Tetrasiklin dan penisilin merupakan antibiotik yang memiliki T1/2 pendek, sedangkan sulfadimethoxine dan sulfamonomethoxine memiliki T1/2 yang panjang.

Oleh karena itu, pemberian antibiotik melalui air minum sebaiknya tidak dilakukan dalam 1 x pemberian dalam waktu yang terlalu singkat (misalnya selama 2 jam), terlebih lagi untuk obat yang mempunyai T1/2 pendek. Alasannya kadar obat tersebut di dalam darah akan cepat turun setelah pemberian selama 2 jam dan gagal mencapai konsentrasi minimal (MIC) sehingga obat tidak bekerja optimal. Idealnya obat diberikan 24 jam atau minimal 8-12 jam dengan maksimal obat dikonsumsi habis selama 4-6 jam setelah obat dilarutkan. Contoh pola pemberian obat yang ideal yaitu 2 kali sehari, pelarutan obat ke-1 untuk dikonsumsi pagi-siang hari (misalnya pukul 06:00 - 12:00) dan pelarutan obat ke-2 untuk dikonsumsi siang - malam hari (misalnya 12:00 - 18:00) sedangkan pada malam - pagi diberi air minum biasa.

Selain pola pemberian tersebut, lama pengobatan hendaknya dilakukan sesuai dengan aturan pakai yang tercantum pada etiket atau leaflet. Jika pada aturan pakainya tertera diberikan selama 5 hari berturut-turut maka obat hendaknya diberikan dalam rentang waktu tersebut. Mengapa? Tujuannya tidak lain agar bibit penyakit yang terdapat dalam tubuh ayam dapat terbasmi dengan tuntas. Lho khan gejala klinisnya sudah tidak nampak lagi? Tetap harus dilanjutkan, gejala klinis yang mulai hilang bukan berarti bibit penyakitnya sudah hilang melainkan mungkin saja masih ada bibit penyakit dengan level aman (tidak mampu menimbulkan gejala klinis) yang jika pengobatan dihentikan bisa berkembang kembali dan menimbulkan gejala klinis. Kondisi inipun bisa memicu terjadinya resistensi bibit penyakit sehingga obat yang biasa kita berikan tidak ampuh lagi atau ayam sulit disembuhkan.

Perhatian

Pada bagian ini tercantum informasi mengenai waktu penghentian pemakaian obat sebelum ayam dipotong untuk dikonsumsi. Hal ini penting karena terkait dengan keamanan hasil ternak, baik daging maupun telur yang akan kita konsumsi. Jika pada bagian ini tertulis “Hentikan pemakaian obat 5 hari sebelum unggas dipotong untuk dikonsumsi” maka seharusnya pemberian obat kita hentikan 5 hari sebelum ayam pedaging dipanen. Dengan demikian diharapkan karkas ayam pedaging bebas dari residu antibiotik. Namun pada kenyataannya, kesadaran kita terhadap waktu henti obat masih relatif rendah. Oleh karenanya perlu sekiranya kita mulai untuk memperhatikan hal ini, terlebih lagi golongan obat yang digunakan pada ayam sebagian besar sama dengan obat yang digunakan manusia.
Rekomendasi penyimpanan obat juga tercantum pada bagian ini. Obat hendaknya disimpan di tempat yang kering dan tertutup rapat serta terhindar dari sinar matahari langsung. Hal ini perlu menjadi perhatian kita, karena jika tidak obat yang kita simpan akan rusak atau menurun potensinya. Kerusakan obat ini bisa ditandai dengan perubahan warna atau adanya gumpalan.

Dalam penyimpanan obat hendaknya kita terapkan sistem first in first out (FIFO), yaitu obat dengan masa expired date terdekat yang lebih dahulu kita gunakan. Disinilah pentingnya kita selalu mengontrol expired date pada saat obat kita terima. Jangan sampai kita memakai obat yang telah melewati masa expired date karena kemungkinan potensinya sudah menurun.

Nomor registrasi
Nomor registrasi ini menandakan obat telah memenuhi standar dari pemerintah, atau dengan kata lain obat ini telah teruji dan terbukti kualitasnya. Setiap tahapan produksi dilakukan dengan sistem yang terkontrol dan terstandarisasi, mulai dari penyediaan bahan baku sampai produk jadi (termasuk cara pengiriman kepada konsumen). Kontrol kualitas juga dilakukan secara ketat, dengan alat yang modern dan tenaga kerja yang profesional. Dengan demikian diharapkan obat yang dihasilkan memiliki kualitas sesuai standar nasional (Farmakope Obat Hewan Indonesia) maupun internasional (standar Eropa maupun Amerika).


Optimalkan Daya Kerja Obat
Penjelasan tentang petunjuk pemberian obat secara jelas telah tercantum pada etiket atau leaflet produk. Aplikasi obat sesuai petunjuk ini akan memenuhi 4 prinsip pengobatan yaitu obat sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang, obat mampu mencapai lokasi kerja atau organ sakit, obat tersedia dalam kadar yang cukup dan obat berada dalam waktu yang cukup sehingga efek pengobatan optimal.

Selain itu, dalam aplikasinya kita perlu memperhatikan hal-hal berikut :
  • Ketepatan diagnosa penyakit. Ini merupakan kunci awal keberhasilan pengobatan. Saat diagnosa tidak tepat, pemberian obat dengan kualitas terbaik dan harga yang mahal tidak akan mampu mengatasi penyakit.
  • Hindari kombinasi obat yang bersifat antagonis. Amannya, kita menggunakan produk jadi yang telah diformulasikan secara khusus dengan kandungan antibiotik tunggal maupun kombinasi sehingga potensinya telah terukur dan terbukti. Jangan sampai kombinasi obat ini malah menurunkan potensi atau bahkan menyebabkan keracunan pada ayam kita.
  • Lakukan rolling antibiotik secara rutin. Hendaknya obat yang diberikan tidak monoton atau secara terus menerus karena bisa menimbulkan resistensi. Sebaiknya dilakukan rolling obat, misalnya setiap 3-4 periode pemeliharaan atau periode pemberian.
  • Dukung dengan aplikasi tata laksana pemeliharaan yang baik dan biosecurity yang ketat. Pengobatan setepat apapun tidak akan memberikan efek yang optimal jika tidak didukung kedua hal ini. Aplikasi keduanya akan menurunkan tantangan bibit penyakit di lingkungan dan juga meningkatkan kenyamanan ayam
Kedisiplinan kita dalam mengaplikasikan pemberian obat sesuai aturan pakai sangat diperlukan agar efek pengobatan menjadi lebih optimal dan ayam sembuh dari penyakit.
(sumber: info.medion.co.id)

Senin, 17 Desember 2012

Obat herbal untuk mengatasi penyakit ayam

Obat herbal untuk mengatasi penyakit ayam
Dewasa ini perkembangan penggunaan herbal tradisional untuk keperluaan penyembuhan penyakit, sudah begitu familiar. Terutama untuk proses penyembuhan penyakit manusia, sebab begitu beragam penyakit modern yang tidak bisa di atasi, dengan penangganan keilmuan kedokteran.

Seandainya ingin di bahas seluruh herbal tradisional yang ada di bumi Indonesia, maka cakupan keilmuaannya akan terlalu melebar, sebab jumlahnya bisa ribuan jenis. Disini di batasi empat macam herbal tradisional, sebenarnya masing-masing herbal tersebut mempunyai manfaat sendiri-sendiri. Yang jika di padukan satu dengan lainnya merupakan sinergi yang saling menguatkan fungsi penyembuhan.

Manfaat herbal tradisional untuk keperluan penyembuhan ayam/ unggas, saat ini mulai mengalami kemajuaan signifikan. Perguruan tinggi mulai berlomba melakukan penelitian, untuk di aplikasikan pada ayam, yang kadang hasilnya melampaui ekpetasi yang di harapkan, yang sebelumnya tidak terbayangkan sama sekali. Itulah kehebatan herbal tradisional Indonesia, apalagi sebagian herbal Indonesia, namanya sudah mendunia.

Hanya sayangnya terkadang fungsi kegunaan, seringnya dipahami terlebih dahulu oleh peneliti dari manca Negara yang begitu antusias, begitu intens dengan di topang pendanaan berlimpah dan dukungan lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab, demi kemajuaan pengetahuaan dunia. Untuk sementara, jangan berharap terlalu banyak dengan campur tangan pemerintahan Indonesia saat ini ya, nangis sendiri nanti.

DAUN SIRIH
Daun sirih ( Piper Betle )banyak mengandung Atsiri Oil, satu diantara komponen adalah Kavakrol bersifat Desinfektan dan anti jamur sehingga bisa untuk Antiseptik pada saluran pencernaan. Unsur Eugenol dan Metil-Eugenol berfungsi pengurangi rasa sakit. Sifat Anti Bakteri dapat mengurangi rasa gatal dan merah berair pada mata.

KUNIR/ KUNYIT
Kunyit ( Curcuma Domestica ) Curcumin senyawa utama pada kunyit yang berkhasiat untuk beragam penyakit,misalnya mengobati gangguan saluran pencernaan, antiradang, antibakteri, antikanker, penurun kadar kolesterol, membersihkan lemak pada saluran pembuluh darah.

TEMULAWAK
Temulawak ( Curcuma Xanthorrhiza ), mempunyai sifat Detoksifikasi/ mengeluarkan racun dan kontaminasi jamur Alfatoksis Flavus yang mengendap dalam hati.Belum lagi membantu sekresi dari kerja pangkreas, sehingga mampu mengoptimalkan metabolism pangkreas mengeluarkan Enzim Amilase, Lipase, Protease. Kehadiran enzim-enzim ini membantu meningkatkan penyerapan bahan pakan karbohidrat, protein dan lemak.

BROTOWALI
Rimpang brotowali (Tinospora Crispa) rasannya sangat pahit.Senyawa Pikroretin pembawa rasa pahit banyak mengandung alkaloid, saponin,dammar dan masih banyak lagi. Kalau cumapenyakit segala jenis cacing, pasti hancur digempur sama Pikroretin.

BAHAN HERBAL :
a.       Daun sirih            2 ons
b.      Kunyit                  2 ons
c.       Temulawak         2 ons
d.      Brotowali            2 ons
e.      Air bersih            5 liter

Semua bahan herbal di cuci bersih, masukkan panci tambah air bersih 5 liter, masak hingga air mendidih. Di butuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah dingin campur dengan jatah air minum ayam pada pagi hari saja, untuk ayam sejumlah 500 ekor. Satu resep herbal ini bisa di pakai sebanyak 3 kali pemasakan herbal/ tiga hari masa pakai pada pagi hari saja. Setelah 3 hari pakai, herbal di buang diganti yang baru.Artinya dalam satu minggu Cuma pakai campuran herbal 3 kali atau 3 hari saja. Aplikasi herbal dapat di barengkan dengan Egg Stimulant/ Strong Egg, tanpa mengurangi khasiat masing-masing. Yang saya terangkan di atas untuk dosis pencegahan penyakit. Untuk dosis pengobatan penyakit akan saya uraikan di bawah ini.

APLIKASI PENGOBATAN PENYAKIT

COCCIDIOSIS/ BERAK DARAH
Waktu yang di perlukan untuk menyembuhkan berak darah, sekitar 7 hari sembuh, tanpa ada kematian sama sekali jika pakai herbal. Jika tidak pakai herbal sembuh dalam 10 hari dengan tingkat kematian 10 – 15 %. Itu pengalaman empiris yang saya alami sendiri. Dosis pengobatan air minum 100 % air godokan herbal di kombinasikan dengan obat COCY atau ANTICOCY selama 7 hari.

SNOT/ CORIZA/ PILEK
Pilek hidung yang mengeluarkan air, yang lama kelamaan menggumpal menutupi lubang hidung sembuh dalam 3 hari. Kepala bengkak kemerahan, sembuh dalam 5 hari dengan tingkat kematian 0 %. Jika tidak pakai herbal, sembuh dalam 10 hari dengan tingkat kematian 15 %.Pemakaian herbal 100 % selama 5 hari di kombinasikan dengan obat kimia TRYMEZIN.

CRD (Chronis Respiratory Disease )/ NGOROK
CRD penyakit yang bersifat kronis, artinya gejala penyakit tidak terlihat secara frontal, tapi akan muncul secara berlahan-lahan. Maka peternak yang kurang teliti, sekali ke serang , ayam sudah dalam kondisi accut.  Sebenarnya untuk mendeteksi CRD sangat gampang sekali, masuk ke kandang ayam pada malam hari, dengarkan ada tidak suara ngorok, batuk, atau tercekik. Seandainya terdengar segera ambil tindakan, sebab penyakit ini penyebaran cepat sekali. Waktu yang di butuhkan untuk penyembuhan pakai herbal 7 hari sembuh.Air minum 100% herbal,kombinasi obat NEO MEDITRIL.

KOLERA/ BERAK HIJAU
Warna kotoran dari kuning normal menjadi coklat akhirnya berwarna hijau. Ujung-ujung jengger ke biruan dan pial bengkak merah kehitaman. Kondisi ayam lemas tidak nafsu makan akhirnya mati. Penyembuhan penyakit ini perlu waktu 7 – 8 hari, tingkat kematian 5% sebab penyakit ini bisa bersifat kronis hingga accut/ ganas. Herbal tetap pakai 100% dan obat KOLERIDIN.

CACING ASCARIS
Penyakit ini tidak menimbulkan kematian, hanya tampilan performans ayam menjadi tidak menarik, bulu kering berdiri, muka pucat, berhenti bertelur, mencret encer. Ayam sudah berproduksi jangan sekali-kali di beri obat cacing kimiawi, efeknya produksi telur langsung droup. Dengan herbal 100%, ayam sembuh dalam 3 hari, cacing ikut keluar bersama keluarnya kotoran.

DIPTHERI/ CACAR
Penyakit ini ada 2 macam jenis, cacar luar dan cacar dalam. Cacar luar bermula dari luka pada kulit yang tidak di tumbuhi bulu, bintik merah berubah kuning menjadi hitam membesar. Cacar hitam kering di kelupas diolesi godokan herbal, cacar luar 3 hari sembuh. Cacar dalam menyerang selaput lendir lidah, mulut dan tenggorokan. Selaput lendir berwarna kuning di dalam rongga mulut, bila di biarkan semakin membesar dan menyumpal rongga mulut sehingga sulit bernapas. Gunakan air minum herbal 100% dalam 7 hari cacar dalam sembuh.

NCD/ TETELO, IB (INFEKSIUS BRONCHITIS), ASPERGILLOSIS, GUMBORO, EDS, ILT
Semua nama penyakit di atas,yang menurut ahli peternakan sekarang ini belum bisa di sembuhkan, hanya bisa pencegahan lewat vaksin. Dapat di atasi dengan ramuan herbal di atas, memang memerlukan waktu agak lama 15 hari tapi ayam sembuh. Prosesnya gimana saya juga tidak tahu, tapi ayam sembuh. Selama 15 hari nonstop air minum herbal 100%, kombinasi obat kimia DOCTRIL/ NEO MEDITRIL. Yang terpenting di sini, jangan mengobati, usahakan tindakan pencegahan saja.

Kelima penyakit diatas kecuali Aspergillosis, merupakan penyakit penurun produksi telur. Penanganan pencegahan sedini mungkin lebih di utamakan.Penggunaan herbal mulai dari DOC hingga Afkir  tidak menimbulkan efek samping sama sekali.
(sumber: bumiternak-betha.blogspot.com)

Minggu, 02 Desember 2012

Air gula jawa dan manfaatnya bagi ternak ayam kampung

Air gula jawa dan manfaatnya bagi ternak ayam kampung
Musim hujan kini telah tiba dan hujan pun setiap hari. Terkadang mulai pagi sudah turun hujan hingga malam. Tentu stamina atau daya tahan tubuh menjadi berkurang akibat cuaca dingin. Belum lagi masalah penyakit sering muncul pada musim penghujan. Pemberian obat ataupun jamu dirasa wajib diberikan demi suksesnya pemeliharaan ayam kampung. Untuk artikel ini kami ingin mengulas tentang manfaat air gula jawa untuk ayam kampung. Dengan tujuan menjaga dan menambah daya tahan tubuh ayam kampung. Dan berikut pengetahuan dan hasil percobaan kami di peternakan ayam kampung kami.

Tentang Gula Jawa

Gula Jawa atau sering disebut juga gula merah, dan ada sebutan unik yaitu gula mangkok adalah sejenis bahan makanan untuk memberi rasa manis pada masakan. Di beberapa negara ada sebutan lain yaitu :
Gula Merah (Indonesia), Gula Jawa (Jawa), Panocha (Filipina), Mot-Choi-Duong (Vietnam), Koko-to (Jepang), Au-tung (Thailand), dan Tur (India).

Gula jawa terbuat dari bahan nira sementara nira tersebut adalah cairan yang keluar dari bunga pada pohon palma seperti kelapa, aren, dan siwalan serta tebu serta bahan lain. Tahukah anda manfaat air gula jawa untuk ayam kampung? Mari kita teliti lebih jauh!

Nutrisi Gula Jawa (sajian 100 g)
Energi (kkal) : 386
Protein (g) : 3,0
Karbohidrat (g) : 76,0
Lemak (g) : 10
Kalsium (mg) : 76
Fosfor (mg) : 37
Besi (mg) : 37
dan lain sebagainya

Tujuan Pemberian Gula Jawa
  1. Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh
  2. Menambah nutrisi/sumber energi dalam ransum untuk DOC pada air minum agar mudah diserap.
  3. Mengatasi dehidrasi pada ayam atau DOC
  4. Menambah berat badan ayam kampung pedaging
  5. Mencegah kematian pada ayam kampung.

Alasan Pemberian Air Gula Jawa
  1. Air gula jawa dimaksudkan untuk menyuplai sumber energi mudah diserap untuk DOC. (Taxton at al (1974)
  2. Kandungan nutrisi air gula jawa berupa sukrosa dan glukosa mampu mensuplai sumber energi dan nutrisi lain berfungsi untuk menambah stamina ayam kampung
  3. Menambah nutrisi belum tersedia pada ransum ayam

Pemberian Air Gula Jawa Pada Ayam Kampung
Cara kami memberikan air gula jawa pada ayam adalah :
1. Ambil gula jawa sebesar 1 sendok makan (boleh berupa serbuk)
2. Tambahkan kedalam 1 gelas air (200 ml)
3. Tambahkan lengkuas (jawa : laos) 1 siung atau sebesar jari
4. Seduh hingga matang dan pemberian pada air minum.
5. Dosis adalah sehari 1 x.

Hal-hal perlu diperhatikan dalam pemberian air gula jawa
  1. Campurlah beberapa bahan lain agar air gula jawa tidak dimasuki semut dengan lengkuas atau laos tadi atau bawang putih dan kunyit.
  2. Pemberian boleh dilakukan pagi atau sore saja asalkan 1 x sehari
  3. Pemberian diberikan pada musim dingin (penghujan) dan ketika ayam kelihatan lemas
  4. Pemberian air gula jawa pada musim panas dapat menimbulkan konsumsi makanan menjadi sia-sia karena aktifitas ayam menjadi hiperaktif.

Banyak pendapat bermunculan tentang manfaat air gula jawa atau gula merah ini. Maka dari itu kami mengambil kesimpulan bahwa inti pemberian air gula jawa pada ayam adalah untuk menjaga dan menambah stamina/daya tahan tubuh saat cuaca ekstrim (musim penghujan). Namun pada konsisi ayam sehat, pemberian air gula jawa tidak akan berpengaruh negatif pada ayam kampung.

(sumber: ternakayamkampung.com)

Rabu, 17 Oktober 2012

Khasiat kunyit untuk ternak ayam aduan

Khasiat kunyit untuk ternak ayam aduan
Beberapa waktu lalu pernah posting khasiat kunyit untuk peternakan ayan kampung dan kali ini kembali saya posting khasiat kunyit untuk ternak ayam aduan Kunyit, kunir atau koneng yang nama latinnya Curcuma longa / Curcuma domestica, memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan dan pengobatan ternak ayam

Manfaat Kunyit untuk ternak ayam aduan :

A. Obat Dalam

Umbi yang berumur lebih dari satu tahun dapat dipakai sebagai obat, umbi (rimpang) kunyit berkhasiat :
  • dapat mendinginkan badan ketika ayam terjangkit panas dalam atau saat kondisi panas
  • dapat membersihkan sisa kotoran pada saluran pencernaan sehingga zat  beracun tidak tersisa
  • membantu merangsang melepaskan kelebihan gas di usus
  • dapat menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah.
Caranya umbi di haluskan dan di berikan makan ke ayam (bisa juga air perasannya)


B. Obat Luar
  • Bisa digunakan untuk mengobati pembengkakan setelah bertanding dengan cara diberehkan pada luka.
  • Digunakan sebagai parem di campurkan dengan Gambir & kapur sirih, borehkan cairannya ke sekujur badan ayam aduan, & dapat mempertebal kulit sehingga tahan gigitan serangga
  • Mengobati mata bengkak dengan cara teteskan cairan kunyit pada mata
  • Mengobati hidung yang berair karena pilek, dengan cara bersihkan hidung ayam aduan dengan cairan kunyit yang di panaskan
  • Mengobati turun urat caranya kunyit & daun sereh direbus, cairannya digunakan untuk mengkompres kaki ayam
KANDUNGAN KIMIA :
  • Kurkumin, desmetoksikumin sebanyak 10%
  • bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5%
  • minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%,
  • Zingiberen, felandren , sabinen , borneol dan sineil. 2,5%
  • Lemak sebanyak 1 -3%,
  • Karbohidrat sebanyak 3%, 
  • Protein 3%
  • Pati 8%
  • Garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium hingga 100 %
(sumber: diditgondang.com)

Minggu, 07 Oktober 2012

Penyakit Cacingan pada ayam dan cara pengendaliannya

Penyakit cacingan pada ayam disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yang menyerang usus halus bagian tengah. Cacing ini menyebabkan keradangan dibagian usus yang disebut hemorrhagic. Larva cacing ini berukuran sekitar 7 mm dan dapat ditemukan diselaput lendir usus. Parasit ini juga dapat ditemukan dibagian albumen dari telur ayam yang terinfeksi.

Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan . Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai 0.5 inci hingga 3 inchi.

Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus ayam yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama kotoranya, Embrio cacing akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Ayam akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.

Ayam yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang baru.Sedangkan obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari perusahaan Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum.

- Heterakis gallinae
Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole.

- Capillaria annulata atau Capllaria contorta
Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata.

Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius , Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan,

Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.

Secara umum gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb:
  • tubuh ayam menjadi kurus
  • nafsu makan berkurang
  • sayap kusam dan terkulai
  • kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah
  • pertumbuhan lamban
 Penanggulangan yang dapat dilakukan secara umum adalah:

  • sanitasi kandang dengan desinfektan
  • pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 3 ml/0.3 liter air untuk 10 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 0.6 ml/1 L air untuk 10 ekor ayam
  • campurkan premix 2.4% ke dalam makanan dengan dosis 2.5 kg/kg pakan diberikan selama 5-6 hari
Penyakit Cacingan dan Cara Pengobatannya
Mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh. Sebagian besar obat cacing efektif terhadap satu macam kelompok cacing, sehingga diperlukan diagnosis yang tepat sebelum menggunakan obat tertentu. Diagnosis dilakukan dengan menemukan cacing, telur cacing dan larva dalam tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita. Sebagian besar obat cacing diberikan secara oral yaitu pada saat makan atau sesudah makan dan beberapa obat cacing perlu diberikan bersama pencahar.

JENIS OBAT
1. Mebendazol, Tiabendazol, Albendazol
2. Piperazin, Dietilkarbamazin
3. Pirantel, Oksantel
4. Levamisol
5. Praziquantel
6. Niklosamida
7. Ivermectin

Banyak obat cacing memiliki khasiat yang efektif terhadap satu atau dua jenis cacing saja. Hanya beberapa obat saja yang memiliki khasiat terhadap lebih banyak jenis cacing (broad spectrum) seperti mebendazol. Mekanisme kerja obat cacing yaitu dengan menghambat proses penerusan impuls neuromuskuler sehingga cacing dilumpuhkan. Mekanisme lainnya dengan menghambat masuknya glukosa dan mempercepat penggunaan (glikogen) pada cacing.

Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND atau Al). Padahal penyakit ini mampu menimbulkan kerugian . Waktu serangannya sulit diketahui, tiba-tiba saja produktivitas ayam menurun. Cacing yang sering menyerang ayam secara umum ada dua yaitu cacing gilik (Ascaridia sp., Heterakis sallinae, Syngamus trachea, Oxyspirura mansonii) dan cacing pita (Raillietinasp., Davainea sp.) Cacing biasanya menginfestasi ke dalam tubuh ayam melalui beberapa cara, diantaranya melalui telur cacing atau larva cacing yang termakan oleh ayam, memakan induk semang antara (siput, kumbang, semut dll.) yang mengandung telur atau larva cacing, telur atau larva cacing yang terbawa oleh petugas kandang melalui sepatu, pakaian kandangnya atau terbawa terbang oleh induk semang antara, selain itu juga bisa karena ransum atau air minum yang tercemar telur cacing.

Telur cacing yang keluar bersama feses berkembang menjadi stadium infektif kemudian termakan induk semang antara atau langsung masuk tubuh ayam yang kemudian akan menuju ke tempat yang disukainya (tembolok, usus, sekum atau organ lain) untuk berkembang sampai dewasa.

Pengendalian Penyakit Cacingan
Pengendalian penyakit cacingan merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan hasil yang optimal. Cara yang dilakukan agar peternakan terhindar dari penyakit cacingan adalah dengan dilakukannya pencegahan yaitu:

  • Pemberian obat cacing. Pengobatan akan sia-sia jika penyakit cacingan sudah parah. Sebaiknya dilakukan pengobatan secara rutin untuk memotong siklus hidup cacing. Seperti cacing nematoda dengan siklus hidup kurang lebih satu setengah bulan, maka diberikan pengobatan dua bulan sekali, begitu juga dengan cestoda. Pemberian obat cacing pada ayam layer sebaiknya diberikan pada umur 8 minggu dan diulang ,
  • Melakukan sanitasi kandang dan peralatan peternakan meliputi kandang dibersihkan, dicuci dan disemprot dengan desinfektan serta memotong rumput disekitar area kandang
  • Mengurangi kepadatan kandang, karena dapat memberi peluang yang tinggi bagi infestasi cacing.
  • Pemberian ransum dengan kandungan mineral dan protein yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik.
  • Mencegah kandang becek, seperti menjaga kandang tetap kering, tidak menggumpal dan tidak lembab.
  • Arsip dari : Parasitologi .
(sumber: papaji.forumotion.com)

Sabtu, 29 September 2012

Cara Pengobatan dan pencegahan penyakit pilek pada ayam

Cara pengobatan dan pencegahan penyakit pilek pada ayam
Penyakit pilek yang menyerang pada ayam masuk ke dalam kategori penyakit yang berbahaya dikarenakan penyakit ini dapat menular dengan sangat cepat dan dapat menyerang ke semua jenis ayam. Ayam yang menderita penyakit pilek pergerakannya berubah menjadi pasif. Gejala lain yang muncul pada ayam yang terserang pilek adalah nafsu makannya menghilang, kepalanya bergoyang – goyang dan sering bersin – bersin. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut – larut, kondisi ayam akan semakin parah. 

Dari lubang hidung dan kedua matanya akan keluar semacam cairan yang pada akhirnya nanti dapat membuat hidung ayam tersumbat sehingga membuat ayam menjadi susah bernafas. 

Penyakit ayam ini disebabkan oleh bakteri haemophilus galloinarum dan dapat menyebar melalui makanan, minuman dan udara. Untuk mengatasi penyebaran penyakit pilek ini, peternak ayam harus segera memindahkan ayam yang sedang sakit ke kandang khusus untuk dikarantina.


Cara Pengobatan penyakit pilek pada ayam
Beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit pilek pada ayam adalah neofet, kapsul anti snot dan bubuk coryuit. Dosis pemakaian obat dan cara pemberian obat harus disesuaikan dengan petunjuk yang ada dikemasan obat. Selain itu, penyakit ini juga dapat disembuhkan dengan cara menyuntikkan cairan streptomycim berdosis 0,2 cc / suntikkan / hari. Proses penyuntikkan berlangsung selama 5 hari dengan bagian tubuh ayam yang disuntik adalah leher bagian belakang. Beberapa jenis obat yang biasa dikonsumsi oleh manusia ditengarai juga dapat digunakan untuk mengobati ayam yang sedang terserang penyakit pilek. Mereka adalah refagan dan bodrex. Caranya adalah : satu tablet obat dilarutkan ke dalam 1 sendok air teh dan kemudian diminumkan kepada ayam.

Cara Pencegahan penyakit pilek pada ayam
Pemberian antibiotik (streptomycin dan sulfanilamida) secara berkala dapat membantu mencegah ayam tidak mudah terserang pilek. Vaksinasi (corryta naccin dan vaksin snot) juga harus dilakukan ketika ayam masih berumur 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan dan menjelang usia dewasa.
(Sumber : Info Agribisnis)

Jumat, 28 September 2012

Khasiat bawang putih untuk peternakan ayam kampung

Khasiat bawang putih untuk peternakan ayam kampung
Khasiat bawang putih untuk peternakan ayam kampung pada dasarnya untuk penyembuhan. Disamping sebagai jamu ayam, bawang putih juga dipergunakan untuk mengobati beberapa masalah yang terjadi pada ayam. Berikut Khasiat bawang putih untuk peternakan ayam kampung.

1. Mengurangi diare
Ayam yang sedang mengalami diare karena beberapa faktor seperti cuaca dll, saya menyarankan memberi bawang putih agar kotoran tidak encer. Dengan ayam mengkonsumsi bawang putih maka sistem pencernaan akan lancar.

2. Meningkatkan ketahanan tubuh
Dalam suhu yang tidak stabil atau pergantian musim tentu ketahanan tubuh ayam juga berbeda-beda. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh akibat cuaca. Pemberian bawang putih dapat menambah suhu tubuh. Allicin yang terkandung dalam bawang putih merupakan senyawa anti jamur. Ini menyebabkan ayam menjadi tahan terhadap serangan bakteri maupun virus. Bawang putih juga dapat menyembuhkan flu pada ayam. Memperbaiki atau mengobati bagian tubuh ayam yang luka


3. Mengobati sakit pada telinga
Tentu penyakit pada telinga ayam memang sulit dikenali dengan jarangnya dijumpai penyakit pada telinga. Namun dalam hasil pengalaman saya, pemberian cairan bawang putih pada telinga dapat menurunkan ayam yang stress akibat suara bising (petasan bulan puasa).

Cara pemberian bawang putih untuk jamu yaitu dengan memotong kecil-kecil sebagai ransum atau pakan atau diblender dan dimasukkan ke dalam air minum. Dosis yaitu kurang lebih 1/4 siung untuk 1 ekor ayam dewasa.

Khasiat kunyit untuk peternakan ayam kampung

Khasiat kunyit untuk peternakan ayam kampung
Khasiat kunyit untuk peternakan ayam kampung sangat beragam sekali khususnya sebagai kesehatan ayam. Selain bawang putih kunir juga dipercaya menyembuhkan atau mengurangi gejala-gejala masalah pada ayam. Berikut ini sedikit ulasan tentang kegunaan kunir di bidang peternakan khususnya ternak ayam kampung

Nama Ilmiah atau sebutan lain
Kunir (Jawa), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia), Koneng (Sunda), Saffron (Inggris), Konyet (Madura), Kurkum (Arab)

Khasiat kunyit untuk peternakan ayam yaitu :

1. Menambah nafsu makan
Pemberian kunyit atau kunir merupakan langkah tepat dimana ayam mulai kekurangan nafsu makan


2. Antibiotik (vaksin)
Bagi ayam organik khususnya ayam kampung pemberian vaksin digantikan oleh kunir

3. Diare
Kunyit dipercara mengurangi mencret pada ayam. Diare pada ayam diakibatkan oleh minum yang terlalu banyak dan penyebab lainnya. Untuk itu pemberian kunir adalah pilihan yang tepat untuk mengobati diare

4. Lesu
Ayam anda lesu atau kurang bergairah? Atau ayam anda terlihat murung? Cobalah memberi kunyit 1/4 siung kecil dan masukkan utuh tanpa di tumbuk untuk ayam dewasa. Dijamin manjur

Sekiranya itu manfaat dari kunyit untuk ayam kampung. Jika sahabat memiliki tips lain mengenai kunir ini mohon berbagi dengan yang lain di kotak komentar

Khasiat daun sirih dalam peternakan ayam kampung

Khasiat daun sirih dalam peternakan ayam kampung
Daun sirih ternyata memiliki manfaat untuk ternak ayam kampung dan memang sudah banyak peternak yang tahu tapi mungkin adajuga yang belum tahu. Seperti bahan herbal lain bahwasanya daun sirih merupakan tanaman obat yang mujarab bagi hewan. Tidak hanya untuk ayam kampung manusia saja menggunakan daun sirih sebagai pengobatan. Berikut penjelasan dan pengalaman penulis tetang daun sirih tersebut

daun sirih
Nama Latin : Piper Betle L
Nama Lokal : Sirih, Suroh (jawa)

Khasiat daun sirih dalam peternakan ayam kampung :

1. Mengobati Luka/pendarahan
Biasanya digunakan pada ayam yang terkena masalah akibat kanibalisme, bertarung, maupun akibat luka masalah perkandangan. Contoh setelah ayam dipatuk (cocok juga diberikan saat ayam setelah diadu biasanya mata ayam sedikit kering dan berdarah) Dengan memberikan air daun sirih ini mata ayam kembali cerah dan bening.


2. Sebagai pestisida alami
Daun sirih dapat dijadikan pestisida atau obat semprot kandang yang bisa dicampur dengan obat lain. Biasanya dicampur untuk menyemprot tempat bertelur ayam agar bebas dari hama penghisap seperti nyamuk dll.

3. Penghilang bau kotoran ayam
Memang daun sirih tidak begitu ampuh untuk menghilangkan bau pada kotoran ayam namun dengan manfaat daun sirih yang mempunyai fungsi memperlancar pencernaan dan membunuh bakteri saya rasa cukup bermanfaat

4. Pakan Organik
Daun sirih aman dikonsumsi bagi manusia ataupun hewan khususnya ayam kampung. Jadi pemberian pakan untuk ayam bila menggunakan sistem organik dapat pula diberikan kepada ayam.

5. Menghilangkan Ngorok pada ayam
Saya sudah mencoba memberikan air rebusan daun sirih pada ayam yang ngorok selama 1 bulan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Tentu dicampur dengan jeruk nipis dan air hangat.

Pengobatan dan pemeliharaan ayam menggunakan daun sirih dapat dari dalam maupun dari luar tubuh. Jika sahabat menggunakan daun sirih untuk bagian tubuh luar bisa langsung ditumbuk dan dicampur dengan air. Namun jika diberikan pada pakan atau air minum disarankan untuk memasaknya terlebih dahulu. Atau paling tidak direbus Jika pemberian daun sirih untuk pakan tidak direbus maka ayam akan keracunan. Paling parah adalah ayam menjadi gila. Dosis adalah 1/2 daun sirih ukuran besar. Disarankan pemberian daun sirih dari dalam tubuh diberikan pada ayam dara atau ayam dewasa. 
(sumber: ternakayamkampung.com)

Kamis, 13 September 2012

Jamu dan obat tradisional untuk ayam bangkok

Seperti halnya manusia, ayam juga perlu diberi jamu untuk memelihara kesehatannya atau mengobati penyakit, khasiat dari jamu tradisional untuk ayam ini tidak kalah dengan obat-obatan kimia yang biasa digunakan, selain itu harganya yang murah dan mudah didapat bisa jadi alternatif selain menggunakan obat-obatan kimia. Jamu atau obat tradisional untuk ayam sangat beragam tergantung kasus penyakit ataupun penjaga kesehatan tubuh ayam.Ada banyak jenis jamu yang dapat dipilih dengan bahan yang mudah diperoleh disekitar kita.Pengolahannya tidak sulit penggunaannya untuk beragam jenis ayam seperti ayam konsumsi (pedaging dan petelor),ayam aduan dan ayam hias.

1. Meningkatkan stamina
Stamina ayam perlu ditingkatkan agar ayam dapat terhindar dari penyakit.Sebelum diadu,biasanya stamina ayam aduan harus dijaga,bahkan ditingkatkan.Adapun jamu untuk meningkatkan stamina ayam aduan adalah Larutan gula merah dicampur asam jawa secukupnya.Jamu ini diminumkan sebelum ayam diadu.Untuk ayam konsumsi,sebaiknya jamu ini diberikan bila cuaca disekitar kandang memburuk atau hujan.

2. Memulihkan stamina ayam aduan
Ayam yang baru selesai disdu biasanya staminanya menurun drastis.Bila tidak segera diatasi,ayam dapat terserang penyakit.
Adapun jamu untuk memulihkan stamina adalah Madu secukupnya dicampur kuning telor itik 1 butir.Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.

3. Meningkatkan gairah kawin pada ayam jantan
Agar secara teratur dapat mengawini betina sebagai pemacek,ayam jantan harus membutuhkan perawatan intensif.Selain diberi cukup pakan,juga perlu diberi obat penyehat tubuh dan penambah gairah kejantanan.Beberapa jamu yang dapat diberikan sebagai berikut.
a.Bawang putih 2 siung dilumatkan dan dicampur nasi hangat 1 sendok makan.Jamu ini dilolohkan untuk satu ekor pejantan dan pemberiannya setiap 4 hari sekali.

b.Jahe segar 2 potong sebesar ibu jari diparut dan diperas airnya.Air jahe ini dicampur sebutir kuning telor itik dan diberikan setiap Minggu sekali untuk seekor pejantan.

c.Tepung beras 2 cangkir dicampur kencur parut 1 cangkir,lalu dibentuk menjadi butiran pil sebesar jagung.Selanjutnya pil ini dijemur sampai kering.Pemberiannya sebanyak 5 pil/minggu untuk setiap ekor ayam pejantan.

d.Lada 100 g disangrai sampai kering,lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk halus.Bubuk lada ini dicampur kencur parut 0,5 kg,kuning telor itik 5 butir dan madu 1 sendok makan hingga terbentuk adonan kental.Adonan dibentuk butiran sebesar jari kelingking dan dijemur sampai kering.Sebanyak 2 butiran jamu diberikan sehari sebelum ayam digunakan sebagai pejantan.

e.Jahe segar 1 ruas jari diparut dan airnya diperas.Air jahe dicampur bubur nasi 1 sendok makan dan disuapkan keseekor ayam pejantan.Pemberiannya seminggu sekali.

f.Jahe segar 1 ruas jari diparut dan airnya diperas.Air jahe dicampur kuning telor itik 1 butir dan disuapkan untuk seekor ayam pejantan.Pemberiannya sekali seminggu.


4. Meningkatkan kualitas telor
Telor berkualitas dapat dilihat dari warna kuning telornya kuning cerah atau kemerahan.Agar kuning telor menjadi kemerahan,ayam yang sedang aktif bertelor dapat diberikan azolla sebagai tambahan bahan pakan.Perbandingan pakan dan azolla 4 : 1.Azolla merupakan sejenis tanaman paku air yang mengandung asam amino esensial.Asam amino esensial ini sangat dibutuhkan oleh tubuh ayam.

5. Meningkatkan nafsu makan
Ayam kurang sehat akan turun nafsu makannya.Untuk meningkatkan nafsu makan,ayam tersebut dapat diberikan salah satu dari beberapa ramuan berikut.

a.Bawang putih 3-4 iris dicampur dalam pakan.Ramuan ini diberikan untuk 10 ekor ayam dewasa setiap pagi.

b.Bubuk jahe 10 g dicampur dalam pakan dan diberikan setiap pagi.Dosis ramuan ini untuk 10 ekor ayam dewasa.

c.Jahe segar 2 ibu jari diparut dan diperas.Air perasannya dicampur kuning telor itik 1 butir.Dosis ramuan ini untuk seekor ayam dewasa dan diberikan setiap Minggu,Selain meningkatkan nafsu makan,pemberian pada Pejantan dan meningkatkan nafsu kawain.

sumber: mutiaraayam.blogspot.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...