Selasa, 26 Februari 2013

Cara melakukan vaksinasi pada ternak ayam

Cara melakukan vaksinasi pada ternak ayam
Ada beragam cara untuk melaksanakan vaksinasi. Saat ini, metode yang lazim dilakukan di antarannya vaksinasi melalui mata, hidung, mulut, penyuntikan, pakan, minum, dan penyemprotan.
  • Tetes Mata (Intra-ocular)
Vaksinasi tetes mata dilakukan dengan cara meneteskan vaksin ke mata ayam. Cara pelaksanaannya sebagai berikut.
  1. Tuangkan pelarut ke dalam botol vaksin hingga terisi 2/3 bagian botol.
  2. Tutup botol, lalu kocok secara perlahan hingga vaksin tercampur merata.
  3. Ganti tutup botol dengan tutup botol untuk vaksin tetes mata.
  4. Agar vaksin cepat habis, bagi vaksin menjadi 3-4 bagian yang dipakai secara bersamaan oleh vaksinator yang berbeda.
  • Tetes Hidung (Intranasal)
Seperti namanya, vaksin tetes hidung dilakukan dengan cara meneteskan vaksin ke dalam lubang hidung. Tahapan pelaksanaan vaksinasi ini sama seperti vaksinasi tetes mata.

  • Melalui Mulut atau Cekok (Intraoral)
Pada metode vaksinasi mulut, vaksin diumpankan ke ayam melalui mulutnya dengan cara dicekok. Pelaksanaan vaksinasi ini sama dengan cara vaksin melalui air minum. Perbedaannya, vaksinasi dilakukan pada ayam secara individu sehingga setiap ayam mendapatkan dosis vaksin yang sama.
Contohnya, 1.000 ekor ayam akan dicekok 0,5 cc/ekor, sehingga air yang diperlukan sebanyak 500cc. Satu vil vaksin (dosis untuk 1.000 ekor) diampur dengan air akuades hingga 2/3 volume botol vaksin dan diaduk hingga tercampur merata. Setelah dituangkan ke dalam 500cc akuades. Larutan vaksin diaplikasikan melalui mulut atau dicekok.


  • Suntik Daging (Intramuscular)
Vaksinasi suntik daging dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin ke dalam daging. Biasanya, penyuntikan dilakukan di bagian dada dan paha. Vaksin yang disutikkan bisa berupa vaksin yang masih hdup atau sudah mati. Cara pencampuran vaksin dan banyaknya air yang dibutuhkan untuk vaksin hidup sama seperti pada vaksinasi melalui mulut. Namun, tentu saja, vaksinasi dilakukan melalui jarum sunik. Adapun pelaksanaan vaksinasinya sebagai berikut.
  1. Sebelum digunakan, kocok vaksin ecara hati-hati hingga tercampur merata.
  2. Suntikkan vaksin ke daging dengan dosis sesuai anjuran.
  3. Semua peralatan yang digunakan harus steril, baik ketika melakukan vaksinasi maupun setelah digunakan.
  • Suntik Bawah Kulit (Subcutaneous)
Vaksinasi suntik bawah kulit dilaksanakan dengan cara mentuntikkan vaksin di bawah kulit, biasanya di area sekitar leher. Pelaksanaannya sama dengan persiapan melakukan vaksinasi suntik daging.

  • Melalui Air Minum (Drinking Water)
Pada vaksinasi melalui air minum, vaksin dituangkan ke dalam air yang disediakan untuk minum ayam. Air yang digunakan untuk melarutkan vaksin harus bersih dan bebas klorin. Peralatan yang harus dipakai harus bebas dari disinfektan lebih dari dua hari. Untuk memperpanjang umur vaksin, tambahkan 2-5 gram skim per liter air (tergantung dari kondisi air) ke dalam air.
Sebagai contoh, jumlah air yang digunakan untuk vaksinasi 1.000 ekor ayam yang berumur 7-4 hari adalah 10-14 hari adalah 10-20 liter. Sementara itu, ayam yang sudah dicampur dengan vaksin harus segera diberikan secara merata kepada ayam. Sebelum diberikan vaksin, ayam harus dipuasakan selama 1 jam. Disamping itu, tempat minum ayam harus terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Penyemprotan (Spray)
Vaksinasi dengan cara penyemprotan sering digunakan untuk memberikan vaksin kepada ayam yang baru berumur satu hari. Sebelum ayam tersebut dimasukkan ke dalam kandang pemanas, alat semprot yang akan digunakan harus sudah terpasang sehingga boks ayam bisa langsung dimasukkan ke dalam kotak sprayer. Setelah semua peralatan siap, vasinasi segera dilaksanakan dengan cara menyemprotkan vaksin sebanyak 1-2 kali. Aplikasi vaksinasi untuk ayam besar dilakukan dengan menggunakan sprayer khusus. Aplikasi ini akan lebih efektif jika dilakukan di lingkungan yang terkontrol atau tidak banyak angin.

  • Tusuk Sayap (Wing web)
Vaksinasi tusuk sayap dilaksanakan dengan cara menusukkan jarum di sekitar selaput sayap ayam dari arah bagian dalam sayap. Cara melarutkan vaksin metode ini sama dengan cara melarutkan vaksin melalui tetes mata. Pelarut yang digunakan biasanya pelarut khusus untuk vaksinasi melalui tusuk sayap. Alat yang dipakai dalam vaksinasi ini berupa jarum bercabang dua.

  • Melalui Pakan (Feeding)
Vaksinasi melalui pakan dilaksanakan dengan cara mencampurkan vaksin ke dalam pakan ayam. Cara ini biasanya digunakan untuk pengaplikasian vaksin cocci. Pakan yang dipakai harus bebas dari preparat anticocci (amprolium, sulfaquinoxaline, dan preparat sulfa lainnya). Cara pelaksanaannya, vaksin dicampur ke dalam pakan, lalu diberikan kepada ayam. Tempat pakan yang dipakai untuk vaksinasi adalah tempat makan ayam.
(sumber: ternak-ayambroiler.blogspot.com)

Kamis, 21 Februari 2013

Mengenal asal usul ayam aduan

Mengenal asal usul ayam aduan
Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal. Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India, Vietnam, Myanmar, Thailand danLaos. Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan.

Menurut catatan, sekitar seabad lalu, orang-orang Thailand berhasil menemukan jagoan baru yang disebut king’s chicken. Ayam ini punya gerakan cepat, pukulan yang mematikan dan saat bertarung otaknya jalan. Para penyabung ayam dari Cina menyebut ayam ini: leung hang qhao. Kalau di negeri sendiri, ia dikenal sebagai ayam bangkok.

Asal tahu saja, jagoan baru itu sukses menumbangkan hampir semua ayam domestik di Cina. Inilah yang mendorong orang-orang di Cina menjelajahi hutan hanya untuk mencari ayam asli yang akan disilangkan dengan ayam bangkok tadi. Harapannya, ayam silangan ini sanggup menumbangkan keperkasaan jago dari Thailand itu.

Konon, pada era enam puluhan di Laos nongol sebuah strain baru ayam aduan yang sanggup menyaingi kedigdayaan ayam bangkok. Namun setelah terjadi kawin silang yang terus-menerus maka nyaris tak diketahui lagi perbedaan antara ayam aduan dari Laos dengan ayam bangkok dariThailand.

Di Thailand dan Laos, ada beberapa nama penyabung patut dicatat, seperti Vaj Kub, Xiong Cha Is dan kolonel Ly Xab. Pada 1975, ayam bangkok milik Vaj Kub sempat merajai Nampang, arena adu ayam yang cukup bergengsi di negeri gajah putih itu. Ayam yang bernama Bay itu merupakan salah satu hasil tangan dingin Vaj Kub dalam melatih dan mencari bibit ayam aduan yang handal.

Kedigdayaan ayam-ayam hasil ternakan Vaj Kub berhasil disaingi rekan sejawatnya dari kota Socra, Malaysia. Mereka dari negeri jiran itu mampu menelurkan parent stock atau indukan unggul. Hanya saja pada generasi berikutn ya, Mr.Thao Chai dari Thailand berhasil menumbangkan dominasi peternak dari Malaysia. Mr.Thao memberi nama jagoan baru itu,Diamond atau Van Phet.

Thailand memang tak perlu diragukan lagi sebagai negara penghasil ayam bangkok unggul. Malahan sektor ini sudah diakui sebagai penambah devisa negeri gajah putih tersebut. Dari Thailand bisnis ayam aduan ini tak hanya merambah kawasan Asia Tenggara saja, namun meluas ke Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat.
Ada kebiasaan yang berbeda antara sabung ayam di Thailand dan negara kita. Di Thailand ayam yang bertarung tak diperbolehkan memakai taji atau jalu. Alhasil, ayam yang diadu itu jarang ada yang sampai mati. Kebalikannya di Indonesia, ayam aduan itu justru dibekali taji yang tajam. Taji justru menjadi senjata pembunuh lawan di arena.

Di Indonesia, hobi mengadu ayam sudah lama dikenal, kira-kira sejak dari zaman Kerajaan Majapahit. Kita juga mengenal beberapa cerita rakyat yang melegenda soal adu ayam ini, seperti cerita Ciung Wanara (di daerah ciamis), Kamandaka dan Cindelaras. Cerita rakyat itu berkaitan erat dengan kisah sejarah dan petuah yang disampaikan secara turun-temurun.

Kota Tuban, Jawa Timur diyakini sebagai kota yang berperan dalam perkembangan ayam aduan. Di sini, ayam bangkok pertama kali diperkenalkan di negara kita. Tak ada keterangan yang bisa menyebutkan perihal siapa yang pertama kali mengintroduksi ayam bangkok dari Thailand.

Sebetulnya, jenis ayam aduan dari dalam negeri(lokal)tak kalah beragam, seperti ayam wareng (Madura) dan ayam kinantan (Sumatra). Namun ayam-ayam itu belum mampu untuk menyaingi kedigdayaan ayam bangkok

Karakter ayam aduan dilihat dari bagian tubuhnya

Karakter ayam aduan dilihat dari bagian tubuhnya

Bagi para pemain senior dan berpengalaman, penampilan fisik seekor ayam jago dipercaya bisa menggambarkan ciri-ciri karakternya. Meskipun ini tidak menjamin 100%, tapi akan sangat berguna sebagai bahan referensi bila kita mencari 'gandengan' di arena.
Tulisan ini saya tulis berdasar pengalaman dan informasi teman-teman senior dilapangan. Mohon maaf bila ada kesalahan.

Jengger
  • Jengger yg besar menandakan type teknik ayam yg lebih 'kalem'.
  • Jengger kecil menunjukan teknik yg lebih gesit.
Kulit muka
  • Kulit muka tebal berkerut-kerut menandakan tekniknya yg kalem dan lebih tahan menerima pukulan.
  • Kulit muka yg tipis menandakan ayam gesit namun lebih rentan menerima pukulan.
Bentuk kepala
  • Bentuk kepala yg besar menandakan 'ayam bodoh'.
  • Bentuk kepala yg lebih kecil seperti pinang biasanya ayam lebih cerdik.

Leher
  • Tulang leher yg besar mencirikan ayam bukan type peluk. Cenderung monoton dalam teknik tarungnya.
  • Leher yg lebih kecil menandakan pergerakan leher dan kepala lebih luwes dan kemungkinan memiliki kuncian yg baik.

Badan
  • Bentuk badan yg tegap lebih dari 45 derajat menandakan type teknik bermain di atas.
  • Badan yg sedikit membungkuk kurang atau sama dengan 45 derajat menandakan ayam lebih banyak bermain di bawah.

Tulang dada
  • Tulang dada panjang menandakan ayam memiliki daya tahan pukul yg baik, pukulan keras, tapi kurang lihai memukul rapat.
  • Tulang dada pendek memiliki pukulan yg lengkap dan akurat tapi kurang kuat menahan pukulan lawan.

Ekor
  • Ekor yg panjang mencirikan teknik yg kalem.
  • Ekor yg pendek menandakan teknik dan pukulan yg lebih cepat dan gesit.

Paha
  • Jarak kedua paha yg lebar (sama dengan atau lebih besar dari telapak tangan yg dimasukan diantaranya) menandakan pukulan yg keras. Terlalu lebar jalu kurang galak.
  • Jarak kedua paha yg lebih rapat menandakan pukulan yg cepat (gancang). Terlalu sempit pukulan tidak sakit.
  • Paha yg berbentuk seperti paha belalang memiliki kekuatan dan konsistensi pukulan yg baik.
  • Paha yg seperti 'paha ayam goreng' pukulan akan 'tirus' (semakin lama semakin berkurang bobotnya).

karakter teknik berdasar tulisan diatas dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu :
- Teknik Atas atau bawah.
- Teknik Kalem atau gesit.

Dari 2 golongan teknik ini, bisa dikembangkan menjadi 4 variasi teknik :
- Atas-kalem.
- Atas-gesit.
- Bawah-kalem.
- Bawah-gesit.

Selasa, 19 Februari 2013

Cara melatih ayam bangkok untuk pembentukan otot ayam

Cara melatih ayam bangkok untuk pembentukan otot ayam
Latihan dasar untuk pembentukan otot ayam bangkok juga bisa dilihat di youtube, tapi jangan terpaku pada video yang ada karena melatih ayam banyak variasiya cara paling benar adalah dengan sering main ke arena dan ke kandang rekan-rekan  sesama penghobi ayam bangkok , maka kita akan dapat menyerap ilmu yang diterapkan. Cara latihan dasar untuk pembentukan otot ayam bangkok polanya dan cara bermacam-macam dan kadang tiap orang berbeda-beda.

POLA 1: Untuk menguatkan kuda2 dan otot sayap ada yang memasukkan ayam bangkok dalam kurungan kemudian digantung 1 m dengan tali dan diputar perlahan, biasakan ayam bangkok dalam kondisi tersebut tiap hari selama 5 jam.

POLA 2: Dengan cara tiap malam ayam bangkok ditaruh pada tali karet pengerek timba sumur/ tali tambang yang lentur dan selalu bergerak sehingga kaki ayam bangkok akan terbiasa mencengkeram kuat dan selalu terjaga untuk tidak terjatuh.

POLA 3: Ada juga yang melatih dengan mengkondisikan ayam bangkok selalu loncat keatas sampai beberapa kali, caranya pada sore/malam hari ayam bangkok dimasukkan gulungan karet diameter 1 m dengan tinggi 70 cm (bisa pakai karet geber), ayam bangkok yang dimasukkan akan berusaha keluar dan meloncat ke bibir karet masukkan lagi sampai beberapa kali.


Catatan: Latihan pembentukan otot ayam bangkok apapun bentuknya yang terpenting adalah porsi latihan yang disesuaikan dengan kondisi ayamnya dan diimbangi dengan ransum dan suplemen vitamin yang berimbang. Jika latihan tidak terukur maka justru akan merusak ayam. Teknik melatih dan merawat ayam bangkok bisa berbeda tetapi tujuannya sama untuk meningkatkan kualitas hasil ternakan. Basic Exercises For Muscle Building Bangkok Chicken.
(sumber: ayam-bangkok-gombong.blogspot.com)

Senin, 18 Februari 2013

Cara memandikan ayam aduan sebelum bertarung

Ayam yang akan diadu terlebih dahulu harus diairi atau di mandikan dan untuk melakukan itu tentunya kita harus mengetahui cara-caranya, karena tak jarang hal seperti ini seringkali menjadi faktor kemenangan atau kekalahan dalam arena bertarung ayam.

Berikut cara memandikan atau mengairi ayam aduan sebelum bertarung :
  • Sebelum dimandikan ayam terlebih dahulu dikeluarkan lendirnya dengan memasukkan bulu ayam (dilolohkan) sambil diputar sampai tenggorokannya bersih dari lendir
  • Pada saat ayam diberi minum jangan sampai berlebihan karena akan berakibat ayam muntah pada saat diadu, selain itu jangan sampai hidung ayam terlalu banyak kemasukan air karena akan sangat berpengaruh pada pernafasan ayam.
  • Basahi bagian kepala, dada, leher, bagian bawah/ketiak dan bagian atas/pangkal sayap sampai pada bagian pantat (kloaka) dan paha, sebisa mungkin jangan sampai membasahi sayap. Setelah itu keringkan setelah ayam kelihatan seperti menggigil kedinginan, jangan sampai ayam menggigil terlalu lama.

  • Pada airan kedua sebaiknya ayam jangan dulu diberi minum atau dikeluarkan lendirnya, yang harus dilakukan pertama kali adalah, mendinginkan badan ayam dengan cara menempelkan kain atau spons yang sudah dibasahi ke bagian dada, ketiak, dan pantat ayam, lakukan terus sampai nafas ayam stabil atau berhenti ngos-ngosannya, setelah itu keluarkan lendir ayam dan berikan minum.
  • Kita juga harus melihat kondisi ayam setelah pertarungan pada airan pertama. Jika ayam menderita banyak luka dibagian kepala akibat terkena taji lawan (luka tusuk atau sobek), sebaiknya jangan dicuci atau dibasahi dengan air secara langsung, karena akan menambah rasa sakit/nyeri pada luka ayam yang tertusuk atau sobek akibat taji, cukup dibersihkan dan dikompres dengan kain tidak teralu basah.
  • Pada airan selanjutnya cara memandikan ayam biasanya sama seperti pada airan kedua, hanya saja pada airan ini ayam tidak perlu lagi dibasahi terlalu lama. Jangan sampai ayam menjadi berat karena terlalu basah, karena pada airan ini tenaga ayam sudah banyak terkuras dan stamina yang sudah mulai menurun.
(sumber: ayam-bangkok-gombong.blogspot.com)

Melatih ayam aduan untuk persiapan sebelum turun ke arena

1. Latihan Pisik Ayam
Ayam yang akan turun ke gelanggan, biasanya kami berikan training atau latihan minimal selama 30 hari penuh. Beberapa training yang kami lakukan setiap harinya yaitu: Memberikan sedikit senam pada ayam di pagi hari (antara Jam 8-9 pagi) untuk melatih dan melenturkan otot2. Latihan-latihan yang dapat dilakukan antar lain:
  • Senaman leher, dengan cara memutar leher ayam dengan tangan kearah kiri dan kanan sebanyak  masing-masing 30 putaran Putaran jangan dilakukan terlalu cepat, lakukan kira2 1 detik per putaran. Fungsi senaman leher adalah melatih otot2 leher agar lebih lentur sewaktu menekuk leher lawan ataupun mencari kepala lawan untuk dipukul.
  • Senaman badan, dengan cara memutar badan ayam kearah kiri dan kanan masing-masing 30 putaran. Ayam diputar dengan cara memasukkan tangan kita ke salah satu celah sayap ayam dan memutarnya secara perlahan (putaran kanan tangan di sayap kir, dan sebaliknya). Fungsi senaman badan adalah untuk membiasakan ayam melakukan putaran saat bertarung, khususnya posisi kaki-kaki dan badan.
  • Senaman sayap + kaki, dengan cara mengangkat ayam pada dada dengan menggunakan telapak tangan. Ayam akan terlihat seakan-akan memberikan pukulan kaki ke lawan di depannya sekaligus mengepakkan sayapnya. latihan ini dapat diberikan 30 kali.
  • Senaman kaki, dengan cara menekang punggung ayam ke arah bawah sambil mendorongnya ke arah depan. Latihan ini biasa disebut dengan push-up ayam. latihan juga dapat diberikan 30 kali setiap harinya.
  • Senaman sayap, dengan cara menjantur ayam. Dalam menjantur ayam, jangan sekali2 melakukan janturan secara statis, maksudnya ekor ayam dipegang trus menerus di atas sampai beberapa detik. Janturan statis hanya akan membuat kerusakan pada ekor ayam dan tak jarang menyebabkan kerusakan pada pinggang ayam. Janturan yang lebih bagus akan "Janturan ikutan". Dimana ayam diangkat setinggi-tingginya dengan kedua tangan, satu tangan memegang dada ayam dan satunya lagi memegang ekor di dekat panggal. Kemudian tangan di dada ayam di lepas sambil tangan satunya yang memegang pangkal ekor ikut turun kebawah searah dengan jatuhnya ayam. Latihan ini dapat dilakukan 5-10 kali.
Senaman di atas sudahlah cukup di pagi harinya dan biasanya akan memakan waktu 5-10 menit untuk menyelesaikan seluruh senaman tersebut. Setelah ayam mendapat senaman-senaman, maka ayam kita lepaskan sebentar untuk melemaskan kembali otot-ototnya sekitar 5 menit, kemudian langsung bisa dimandikan dan dijemur di panas pagi hari. Memandikan ayam tidak perlu terlalu basah, ini hanyalah untuk menyegarkan ayam setelah memperoleh senaman. Ayam dijemur jangan terlalu lama, 15 menit waktu penjemuran sudahlah cukup. Dan setelah dijemur, ayam bisa dilepas kembali ataupun dimasukkan ke kandang umbaran sampai  siang hari. Dan di siang hari ayam diistirahatkan di kandang tidurnya, kalau istilah kami diberikan "Bobok Siang".


Setelah memperoleh Bobok Siang, di sore hari di pukul 16.00-17.00 ayam kembali kita beri training. Training yang akan kita berikan adalah "Training Lari" yang dapat dilakukan melalui lari kurung/songkok (sorry kalo istilahnya beda di kota lain, yang saya pakai adalah istilah medan hehehe).

Untuk lari kurung, alat bantu yang kita perlukan yaitu sepasang kurungan ukuran besar dan kecil dan 1 ekor ayam pejantan lainnya. ayam jantan lainnya di letakkan di dalam kurungan kecil, kemudian ditutup kembali dengan kurungan besar sehingga terdapat jarak sekitar 10 cm. Kemudian ayam yang akan kita latih dilepaskan di luar kurungan besar. Bila kita lakukan hal ini, maka ayam yang menerima latihan akan mencoba untuk bertarung dengan ayam yang terletak di dalam kurungan kecil. Dan karena adanya jarak antar kurung kecil dan besar, maka ayam akan trus mencari cari celah untuk bertarung yang akhirnya membuatnya berlari trus menerus mengelilingi kurungan besar. Lari ayam akan dimulai perlahan dan semakin cepat sejalan dengan semangatnya untuk bertarung. Latihan ini bisa kita lakukan 15-30 menit setiap harinya.

Setelah memperoleh latihan lari, ayam kembali kita lepaskan 5 menitan untuk melemaskan otot2nya. Dan setelah itu ayam akan kita berikan vitamin dan suplemen yang akan kami jelaskan pada tulisan berikutnya.

Hal yang perlu diingat, jangan terlalu memaksakan latihan/senaman ayam. latihan/senaman di atas dapat ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan perjalanan latihan dari hari ke harinya. 

2. Perawatan mental 
Setelah sehari-melakukan latihan pisik ayam, maka latihan yang selanjutnya harus kita lakukan adalah memperkuat mental dan pengalaman tarung ayam. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam bangkok lainnya. Latihan ini sangat diperlukan oleh ayam bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang untuk memperkuat mental dan memberikan pengalaman tarung yang lebih padanya.

Dalam waktu 30 hari, semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan maka semakin baik hasil yang akan kita peroleh. Jajal bisa dilakukan 5 kali sehari, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali, sehingga dalam waktu training 30 hari, ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung.

Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00, dan bila ayam memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu dilakukan. di Jajalan pertama, tidak perlu dilakukan terlalu lama, biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih maupun lawan tandingnya. Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam yang akan dilatih adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung. Paruh dan jalu yang dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan dan kebanyakan hanya mengeluarkan teknik-teknik yang memberikan banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk otot-oto ayam. Sampai dengan jajal ke-2, kita tetap membungkus paruh dan jalu ayam dan jajal dilakukan sama selama 10 menit.

Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan terbungkus, akan tetapi durasi jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (2x10 menit).

Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan tetap 3x10 menit, dan disini, paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita bungkus, akan tetapi paruh dan jalu lawan masih dalam kondisi dibungkus. Di jajal ke-5 ini, akan terlihat perbedaan dan peningkatan gaya, kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih. Biarkan dia sesuka dan sesenangnya melakukan pukulan2 ke arah lawan yang kondisi paruh dan jalunya terbungkus, sehingga disinilah akan mulai membentuk mental tarung yang sepenuhnya. Mental dan Rasa percaya diri ayam akan meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul lawan dengan mudah. Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung, akan tetapi hal ini sangat diperlukan bagi ayam yang kita latih. Di jajal ke-5 ini, bisa kita pastikan, kalau memang ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul, maka rata2 pukulannya akan mengenai tempat2 vital lawan. Dan bila ayam tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya, dan bila tidak ada satupun tikaman jalu yang tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe ayam jalu dan sebaiknya jalu yang dimilikinya kita potong saja karena akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain yang memiliki jalu.

Di jajal ke-6, latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan tarung sudah tidak dibungkus lagi, akan tetapi jalu lawan tetap kita bungkus untuk menghindari luka serius pada ayam yang kita latih. Jajal ke-9 tetap selama 3x10 menit. Di jajal ini ayam yang kita latih akan merasakan bagaimana menerima patukan-patukan dan banyak pukulan dari lawan. Dan yang pasti ayam yang kita latih akan mengalami pendarahan disekitar mukanya akibat patukan. Hal yang kita harapkan adalah, semakin banyak patukan dan darah di mukanya, maka semakin tinggi semangat dan mental tarungnya. Hal ini karena ada sedikit mitos tentang ayam bangkok, bahwa semakin banyak darah yang dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungnya (but who knows....).

Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan tenaganya. Ayam tidak perlu menerima latihan lari di sore hari akan tetapi senaman pagi tetap kita lakukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang terlalu tinggi pada ayam. Bila di jajal ke-9 ayam mengalami banyak luka di bagian muka, maka pengobatan harus dilakukan agar luka2 cepat kering dan sembuh. Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung memberikan nilai lebih bagi ayam, karena kulit2 mukanya akan semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.

Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai, maka jajal ke-7 (terakhir) bisa kita lakukan. Bagi kami, jajalan ini adalah yang terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang. Jajalan dilakukan full 5x10 menit ataupun sampai lawannya lari, akan tetapi diusahakan untuk mencari lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat menyelesaikan maksimal tarung 5x10 menit.

Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 5x10 menit durasi tarung, bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4 atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa memukul lagi, maka jajal kita stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu menyelesaikan durasi tarung minimal 5x10 menit.

Hal yang perlu diingat bahwa, sebisanya lawan-lawan tanding yang diperoleh ayam yang kita latih memiliki teknik tarung yang berbeda-beda sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun akan semakin banyak.

Akhir kata, semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih, maka akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya. Akan tetapi semua jajalan yang kita lakukan tetaplah harus memperhatikan unsur kehati-hatian, karena kalau tidak, tak jarang upaya latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka....        

3. Pola Makan.
Setelah sehari-melakukan rawatan Pisik dan Mental ayam, maka perawatan yang terpenting lainnya adalah menjaga pola makan dan suplemen yang akan kita berikan ke ayam. Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan gizi (sakit kuning).

Makanan Utama
Untuk pemberian makanan utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih. Bila ayam yang dilatih adalah tipe pukul, maka makanan yang diberikan harus lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan.

Untuk tipe ayam jalu, maka Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas.

Dalam pemberian makanan utama, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.
Makanan/Vitamin SuplemenMakanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut:

  • Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, kami biasa memberikan vitamin keluaran IPI.
  • 1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat)
  • 1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam)
  • 1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali.
Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh latihan jajal):
  • 1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
  • 1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)
  • 1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)
Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan.

Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita.

Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan.

Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar. 

4. Penutup
Setelah kita selesai melakukan latihan senaman, latihan jajal serta menjaga pola makan dan suplemen sehari-hari pada ayam yang kita latih, maka hal yang tetap perlu kita lakukan adalan melihat sejauh mana perkembangan kemajuan persiapan ayam untuk turun ke gelanggang. Seluruh latihan dan pola makan yang kita berikan kita harapkan nantinya akan mampu memberikan hasil yang maksimal sewaktu ayam bertarung di gelanggang yang akhirnya akan membuahkan kemenangan.

Dan sebagai penutup, hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah memberikan usaha terakhir sebelum ayam turun di gelanggang. Dan hal ini kita lakukan adalah tepat di malam hari sebelum ayam turun ke gelanggang. Hal yang kita lakukan dengan memberikan suplemen terakhir bagi ayam kesayangan kita. Suplemen yang diberikan ditujukan agar ayam mampu mengeluarkan dan menghasilkan tenaga yang maksimal sewaktu bertarung.

Banyak macam suplemen terakhir yang diberikan sebelum bertarung, akan tetapi hal yang biasa kami berikan adalah dengan memberikan suntikan suplemen Neurobion cair sebanyak 2-3 cc. Memang ini terkesan seperti memberikan dopping ke ayam, akan tetapi dari pengalaman yang kami peroleh cukup baik memberikan hasil bagi ayam yang diturunkan ke gelanggang.

Neurobion cair dapat dibeli secara bebas di apotik, dan ini memang diperuntukkan bagi manusia untuk meningkatkan stamina, dan bagi ayam hal yang sama juga dapat kita peroleh.

Akan tetapi, pemberian suntikan neurobian tidak bisa sembarangan dilakukan, biasanya suntikan diberikan tepat di malam hari sebelum ayam turun ke gelanggan di besoknya dan diberikan pada saat ayam benar-benar dalam kondisi tenang, dan biasanya kami berikan tepat saat ayam akan tidur di malam hari.

Banyak pertanyaan mengapa hal ini harus dilakukan pada saat kondisi ayam sedang tenang dan saat hampir tidur. jawabannya adalah karena cairan neurobion ataupun sejenis dopping ayam lainnya akan secara langsung berpengaruh terhadap metabolisme ayam khususnya aliran darah dan jantung ayam. Sehingga bila diberikan saat ayam sedang aktif, maka lebih cenderung menyebabkan ayam menjadi semakin aktif bahkan bisa-bisa tidak tidur semalaman yang menyebabkan kecapaian di besok harinya. Dan tak jarang menyebabkan efek negatif terhadap ayam seperti pernafasan yang berat (mulut cengap-cengap) dan bisa-bisa muka ayam menjadi merah padam bahkan biru. Sehingga atas alasan inilah mengapa pemberian harus kita lakukan saat ayam tenang dan hampir tidur sehingga tubuh ayam lebih gampang menyesuaikan cairan/dopping yang baru disuntikkan padanya.

Perlu diingat bahwa pemberian neurobion ataupun dopping lainnya haruslah sesuai dengan dosisnya, jangan pernah memberikan suntikan neurobion lebih dari 3cc karena hanyalah efek negatif yang jadinya akan timbul pada ayam. Dan setelah diberi suntikan, maka sebisa mungkin ayam harus benar-benar bisa kita istirahatkan dan tidur bila ayam menjadi semakin aktif maka bisa dipastikan besok hari bukanlah waktu yang tepat untuk menurunkannya ke gelanggang

Di pagi hari sebelum ayam kita bawa ke gelanggang, hal terakhir yang biasa kami lakukan adalah memberikan ayam setengah jempol gula merah lunak dan parutan 1/4 timun dan diberikan minum secukupnya. Ayam tidak perlu diberikan makan karena masihlah cukup kandungan gizi dari hasil pemberian kita di hari-hari sebelumnya. Dan jangan lupa, pemberian suplemen vitamin, minyak ikan, telur puyuh, dll harus di stop 1 hari sebelum ayam diturunkan ke gelanggang.

Akhir kata, setelah seluruh upaya kita memberikan latihan dan menjaga pola makan pada ayam, hal terakhir yang kita lakukan adalah berharap semoga ayam yang akan kita turunkan ke gelanggan dapat menang.

Jangan lupa, apapun cerita dan hasilnya, Ayam akan kalah dengan ayam,  Kalau memang kita memutuskan untuk turun ke gelanggang, maka menang atau kalah adalah hal yang biasa dan harus kita terima. Tapi walaupun gitu, paling tidak kita telah memberikan usaha yang maksimal pada ayam kesayangan kita.

Minggu, 17 Februari 2013

Tips memelihara kesehatan ayam aduan


Perawatan ayam aduan mutlak harus dilakukan karena bisa perpengaruh pada penampilan ayam bahkan bisa berpengaruh kepada pukulan ayam seperti tidak lengkapnya jumlah bulu pada bagian sayap atau ekor.Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan maka diperlukan perawatan seperti dibawah ini :
  1. Untuk menghilangkan jamur yang berwarna putih dijengger atau pada kepala ayam setelah diadu.Ambil minyak jelatah (minyak yang dipakai berulang kali untuk menggoreng)secukupnya tambah sedikit garam dapur lalu oleskan pada bagian kepala yang putih karena jamur.lakukan pengolesan 2 x sehari pagi dan sore hari.
  2. Untuk memerahkan jengger ayam biar kelihatan lebih merah,ambil daun kacang pagar secukupnya peras airnya lalu oleskan ke jenggar ayam.
  3. Untuk mencegah jengger ayam setelah diadu supaya tidak ditumbuhi jamur yang berwarna putih.Ambil daun pariyo(buahnya pahit) lalu giling dan peras airnya kemudian oleskan pada jengger ayam yang luka setelah bertarung luka juga cepat kering.
  4. Mengeringkan sisik kaki ayam.Ambil tepung sadah(sadah untuk makan sirih) tambah sedikit air lalu oleskan pada sisik ayam setiap hari sampai sisik ayam menjadi kering.Bisa juga dibantu dengan tablet calk(tablet calsium untuk membantu pertumbuhan pada anak-nak).
  5. Mempercepat tumbuh bulu,baik untuk masa mabung dan untuk bulu yang tumbuh nyisip.Berikanlah pada ayam vitamin A yang berupa minyak ikan hiu ditambah vitamin B komplek.Obat bisa dibeli diapotik.
  6. Untuk mengatasi jalu ayam supaya tidak terlalu panjang.Biasanya orang akan memotong jalu ayam jika telah berumur atau jalu terlalu panjang,nah kita bisa mengakalinya supaya jalu tidak terlalu panjang,atau menghambat pertumbuhan jalu sesuai yang kita inginkan.Ambil buah kentang yang sebesar jempol tangan lalu olesi dengan minyak goreng kemudian dibakar(atur jaraknya dengan api) setelah panas kentang ditusukkan pada jalu ayam.Lakukan beberapakali selama tiga hari atau sampai darah didalam jalu membeku maka jalu ayam akan berhenti pertumbuhannya,ayam akan selalu kelihatan muda.
  7. Untuk menjaga kondisi ayam tetap fit berikanlah ayam multi vitamin seminggu sekali.Jemur ayam 2 jam sehari mulai jam 9 sampai jam 11 siang jangan diberi air minum kemudian teduhkan dibawah pohon selama 15 menit baru ayam diberikan air minum.
  8. Mengatasi ayam ngorok.Bersihkan tenggorokkan ayam dengan bulu yang lembut kemudian berimakan campuran nasi dengan pur(pellet yang dijual) yang telah dibasahi dan dibantu dengan pemberian multi vitamin.Jauhkan dari sinar Matahari langsung.
  9. Mengatasi ayam lumpuh atau ayam yang susah berjalan karena habis berkelahi atau lumpuh karena dikurung terlalu lama.Ambil batang serai olesi dengan minyak goreng lalu panaskan setelah itu urutkan pada kaki ayam yang sakit.Setelah selesai tunggu kira-kira 2 jam kemudian ayam direnangkan seletih letihnya,lalu ayam dijemur dibawah mata hari langsung lakukan 2 kali seminggu,bantu dengan pemberian multi vitamin.
  10. Untuk memperbaiki penampilan ayam,jika ada bulu sayap atau bulu ekor yang patah sebaiknya dicabut saja.kemudian ayam diberikan minyak ikan hiu dan vitamin B komplek untuk mempercepat pertumbuhan bulu.Selama masa ini hindari pemberian pakan dengan campuran nasi.
  11. Untuk mempermudah penampilan ayam.Biasanya ayam yang sudah tua sisik kakinya tebal dan jelek,untuk mempermuda penampilan ambilah tepung soda kue kasih sedikit air kemudian oleskan pada kaki ayam lakukan beberapakali dilain hari.Maka sisik yang tebal itu akan terkelupas dengan sendirinya.
Semoga  berman faat bagi pembaca  penghobi ayam aduan

Jumat, 15 Februari 2013

Penyakit ayam turun urat pada ayam aduan

Penyakit ayam turun urat pada ayam aduan
Turun urat adalah salah satu penyakit pada ayam yang cukup mengganggu, khususnya di dalam pergerakan sehingga menyebabkan keterbatasan gerakan saat melakukan tarung. Dari beberapa pengalaman yang didapat oleh salah satu temen, dia punya beberapa pengalaman dalam melakukan perawatan ayam yg turun urat dan berhasil/sembuh. 

Penyebab terjadinya turun urat pada ayam dapat disebabkan beberapa hal yaitu:
  • Ayam yg terlalu muda waktu di Gebrak atau ayam muda di gebrak lawan ayam tua, dimana ayam yang terlalu muda struktur tulang dan otot-otornya masih belum maksimal dan kuat.
  • Pada kasus yg lain, ada juga ayam yg cukup umur tapi bisa turun urat karena benturan yg terlalu keras.
Ciri-ciri ayam yang mengalami turun urat:
  • Sesudah di Gebrak kaki ayam lebih panas dari biasanya ini bisa di ketahui dengan cara meraba.
  • Ayam suka mengangkat kakinya dan saat berjalan terlihat pincang dan tidak mau bertumpu pada kaki yang mengalami turun urat.

Beberapa perawatan yang dapat dilakukan:
  • Setiap hari (sesering mungkin) kaki ayam yang turun urat diperban/dibungkus dgn kain dgn menempelkan Daun SERE yg di tumbuk halus.
  • Diusahakan agar kaki ayam bisa menginjak tanah (di bungkus seperti merawat orang patah tulang).
  • Di saat akan mengganti DAUN Sere, sebaiknya kaki ayam di rendam dgn air dingin / air es beberapa menit, kemudian dibungkus lagi seperti semula.
  • Ayam diberi minum obat Rheumatik atau sejenisnya.
Mudah-mudahan dengan melaksanakan terapi di atas, penyakit turun urat pada ayam akan dapat tersolusikan.

Masalah ayam kerdil di musim penghujan

Masalah ayam kerdil di musim penghujan
Pada saat musim penghujan ini kasus penyakit yang terjadi adalah penyakit-penyakit yang terkait dengan pencernaan dan pernafasan. Penyakit ayam kerdil sendiri dapat terjadi oleh berbagai sebab. Bisa karena pencernaan terkait dengan pakan, serangan virus Reo, dan bibit ayam pada waktu masih muda.

Untuk itu untuk mengetahui kejadian dan penanggulangan kasus ayam kerdil, perlu: "Dicek dari hulu sampai hilir,".

Bilamana menjumpai ayam kerdil di peternakan, beberapa peternak menyatakan bahwa ayam tersebut perlu dimusnahkan, agar tidak menyebabkan kerugian lebih lanjut. Contoh kasus pada peternakan ayam pullet tersebut, kejadian ayam kerdil pada ayam umur 2-3 minggu berat badan ayamnya hanya 2-3 ons.

Musim Penghujan dan Pakan

Sudah tentu terkait dengan pakan yang harganya mahal, ayam yang kondisinya demikian jelas merugikan, maka beberapa peternak menganjurkan ayam yang tidak normal tersebut dimusnahkan atau dimatikan saja, dibakar dan dikubur.

Sebagai langkah pencegahan terkait dengan kondisi pakan yang harganya mahal, di Blitar, narasumber Infovet mengatakan peternak di wilayah ini banyak yang menunda masuknya DOC, meski akhirnya tetap masuk.

Adapun banjir yang terjadi di mana-mana banyak menyebabkan terputusnya jalan dari satu wilayah ke wilayah lain. Misalnya narasumber Infovet yang sedang dalam perjalanan ke peternakan di Klaten di jalan di atas bengawan Solo yang airnya naik meluber di jalan-jalan, menegaskan perhubungan yang putus karena banjir ini berpengaruh secara nyata pada pengiriman ayam dan sarana produksi peternakan yang lain termasuk pakan.

Dengan sendirinya bilamana pasokan pakan terhambat, merupakan faktor yang sangat serius bagi perkembangan ayam pada masa pemeliharaan.

Di samping itu, kaitan antara musim penghujan dan pakan adalah pada soal kualitasnya dengan kualitas pakan. Bahkan, musim penghujan selalu sangat erat kaitannya dengan kualitas pakan ini.

Jamur pada musim penghujan begitu mudah tumbuh dan berbiak di mana-mana, termasuk pada pakan, bisa menyebabkan mikotoksikosis yang ujung-ujungnya juga mampu menyebabkan kekerdilan.

Adanya kandida, jamur, khamir, pada tembolok bisa menyebabkan malaborpsi. Dulu terjadi pada broiler, kini pun terjadi pada layer pada masa pemeliharaan dara. Pertumbuhan terhambat, masa produksi lambat umur. Secara patologi anatomi ada, terjadi malabsorpsi, rusaknya usus, pakreas, terjadinya proventrikulus. Demikian narasumber Infovet.

Lingkungan dengan turun hujan secara terus-menerus, menyebabkan kadar Oksigen turun drastis, terutama di daerah pegunungan, dan kurangnya pemanas. Hal ini pun bisa terjadi pada hacthery (penetasan) yang juga dapat ikut ambil bagian.

Ketika cuaca sungguh tidak beraturan, hujan dan panas, kondisi ini menyebabkan kelembaban, suhu, level oksigen dan CO2 menjadi sangat sulit untuk diatur dan dikendalikan di dalam hatchery.

Padahal kita ketahui: Embrio modern sangat rentan dalam hal kebutuhan oksigen. Jelas tercukupi atau tidaknya O2 ini sangat mempengaruhi aktivitas ayam termasuk dalam kegiatan makan," kata narasumber Infovet.

Dengan demikian kita bisa menarik benang merah antara musim penghujan, pakan dan kekerdilan. Apalagi ternyata, aktivitas makan dan pertumbuhan ayam sendiri yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh pada pertumbuhan ayam sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut di bawah ini sesuai dengan problem faali ayam.

“Brooding”

Ketika akhirnya peternak memutuskan memasukkan DOC, untuk persiapan kedatangan DOC, persiapan brooding harus sudah siap meliputi chick guard, pemanas, tirai dalam, tirai luar, tempat pakan, tempat minum, bila kandang panggung maka seluruh lantai harus ditutup. Cick guard berdiameter 3 m untuk 750 ekor. Pemanas dinyalakan 2 jam sebelum DOC datang.

Perhatikan suhu brooding setiap saat terutama pada dini hari saat suhu terdingin yaitu sekitar jam 2 malam/pagi, dan pada siang hari saat suhu terpanas yaitu antara jam 11-14.

"Bila kontrol suhu dapat dilakukan dengan baik maka anak ayam akan merasa nyaman. Tidak terlalu panas atau dingin sehingga dapat makan dan minum dengan baik," tutur narasumber Infovet.

Untuk mengatasi permasalahan kekerdilan pada ayam dengan kondisi lingkungan sangat dingin, pemanas harus kuat betul. Pada dua minggu pertama suhu brooding paling rendah 29 derajat Celsius, paling tinggi 35 derajad Celsius.

Itu pada minggu 1, 2, dan 3. Sedangkan pada minggu ke 4, 5 dan 6 suhu sebesar 33 derajad Celsius. Hal tersebut dengan catatan tidak ada fluktuasi suhu yang terlalu tinggi. Demikian anjuran narasumber Infovet.

Yang penting adalah kepekaan terhadap suhu. Usahakan ada termometer untuk setiap kandang. Kalau tidak ada, dapat gunakan tubuh peternak sebagai patokan dan atau melihat pola penyebaran anak ayam yang merata saat itu. Peternak harus tahu kapan mengatur suhu brooding dan kandang.

Perlu diingat, kondisi brooding mempengaruhi penyerapan kuning telur. Bila suhu terlalu panas, kuning telur akan menjadi kering. Sebaliknya bila terlalu panas, saluran kuning telur akan menyempit. Keduanya akan menyebabkan kuning telur menjadi tidak sempurna.

Padahal, dalam kuning telur selain terdapat cadangan makanan, vitamin, hormon, juga sumber kekebalan yang diturunkan dari induk. Bila kuning telur tidak terserap sempurna akan ada masalah kesehatan anak ayam.

“Hal itu penting untuk menjaga kekebalan anak, sebab apabila kekebalan yang diwariskan dari induk lemah, bisa menyebabkan ayam mengalami gagal pertumbuhan dan rentan sakit,” papar narasumber Infovet.

Tirai

Penyesuaian tirai pun perlu dilakukan dengan rajin. Ada saatnya membuka, ada saatnya menutup, bahkan menutup rangkap. Dalam kondisi penuh hujan dan kabut dingin itu, untuk melindungi ayam di kandang-kadangnya, kandang butuh tirai tambahan.

Sayangnya, pada daerah-daerah yang dingin ini, biasanya tirai tidak dirangkap. Tirai rangkap sangat dibutuhkan pada kondisi ini.

Selanjutnya operator jangan teledor mengatur pemanas dan suhu sesuai kondisi dingin atau panas yang berubah-ubah. Untuk membantu kelemahan kedisiplinan ini ada solusi alternatif, yaitu pemanas atau brooder yang otomatis, yang dapat menyesuaikan dengan suhu yang ada dengan lampu yang kecil.

Hal ini dapat membantu mengatasi masalah pada pemanasan yang tidak otomatis, di mana pemanasan tidak mencukupi bila malam dingin, dan siang menjadi kepanasan.

Efek pemanasan yang tidak tepat ini berpengaruh terhadap tidak berhasilnya berat badan mencapai yang diinginkan. Demikian pula tentang pencahayaan, berpengaruh dalam jangka panjang secara nyata.

“Chicken Guard”

Selanjutnya, "Oksigenasi brooding jangan terlalu pengap," tegas narasumber Infovet. Kalau perlu dibantu dengan kipas angin. Syukur bisa diberikan suplai oksigen ke air minum walau belum diketahui betul pengaruhnya karena hal ini diambil pengalaman penerapannya untuk ikan, dan sekarang dicoba diterapkan pada ayam.

Artinya, jangan lupa memperhatikan kepentingan ventilasi ayam. Dengan melebarkan chicken guard, lebih cepat melebar hasilnya ventilasi lebih bagus. Pelebaran ini dilakukan mulai hari ke 5 sesuai pertumbuhan dan kepadatan kandang.

Litter

Adapun, sekam atau serutan yang akan digunakan sebagai litter sebelum digunakan dilakukan desinfeksi lebih dulu. Penggunaan alas koran minggu pertama agar pakan dapat disajikan sedikit demi sedikit dan selalu dalam keadaan segar.

Pastikan bahwa, litter atau alas kandang dalam kondisi yang baik. Litter yang basah, lembab dan menggumpal dapat meningkatkan resiko penyakit. Penggantian litter ini jangan dilakukan secara total, tetapi bertahap, litter yang basah dan menggumpal segera dikeluarkan dan diganti dengan yang baru.

Pada kandang panggung, sekam dikeringkan. “Litter setidaknya selama 2 minggu pertama harus kering dan steril, jangan sampai basah.”

Soal litter ini sangat vital, apalagi pada musim penghujan, jangan sampai litter itu menjadi sarang Reo. Pernah dijumpai litter ayam yang sangat kotor seperti lantai kandang bebek.

"Jangan litter yang seperti itu, litter setebal 20 cm pun, apalagi basah, tetap dapat menjadi tempat berbiaknya Reo." Apalagi, di daerah endemis yang selalu ada infeksi Reovirus, bila pelakuan terhadapnya tidak diterapkan secara ketat.

Olesi Pusar

Cara lain menghadapi hujan yang membasahkan adalah perhatian langsung pada ayamnya sendiri. Air basah dan litter lembab pada litter dapat langsung menyerang individu anak ayam. Seperti anak manusia yang bisa tersarang masuk angin, apalagi anak ayam yang lemah.

Ingat bagaimana kala anak-anak terserang masuk angin? Olesi pusar dengan minyak kayu putih. Kalau anak ayam? Olesi pusar dengan desinfektan.

Bila diketahui 5-10 persen dari jumlah anak ayam itu terdapat pusar basah, segeralah olesi dengan desinfektan, yang aman adalah dengan Iodine, untuk mencegah terjadinya ascites yang mendorong terjadinya kekerdilan.

Pada saat anak ayam umur sehari ini dilepaskan sebelumnya oleskan Iodine satu demi satu pada anak-anak ayam itu, baru dilepaskan satu per satu. Demikian narasumber Infovet.

Hal-hal begini peternak tidak melakukan, mengakibatkan hambatan pertumbuhan ayam sehingga terjadi kegagalan pertumbuhan. Sebaliknya, "Kalau persyaratan dipenuhi kasus lambat tumbuh bisa diminimalisir. Persentase kejadian bisa dikurangi lebih kecil dari 5 persen,” urai narasumber Infovet.

(Sumber : majalahinfovet.com)

Selasa, 12 Februari 2013

Rumus dan cara menghitung keuntungan beternak ayam broiler

Dalam setiap usaha tentunya kita selalu menginginkan adanya keuntungan. Seperti dalam berdagang barang, maka keuntungan yang kita peroleh adalah hasil penjualan barang dikurangi modal yang telah kita keluarkan. Dalam usaha peternakan broiler pun kita tentunya menginginkan adanya keuntungan dalam usaha kita tersebut, namun bagaimana perhitungan keuntungan dalam sebuah usaha broiler? Apa indicator keberhasilan sebuah usaha peternakan broiler? Nah, jika ini menjadi pertanyaan anda juga maka semoga informasi berikut ini bermanfaat bagi anda.

Dalam perhitungan keuntungan dalam sebuah peternakan broiler maka ada beberapa cara pengukuran dan pengukuran yang paling utama adalah Indeks Permormance atau biasanya disingkat dengan “IP”. Nilai IP ini biasanya digunakan untuk menentukan nilai insentif/ bonus bagi peternak (bagi kemitraan) maupun pekerja kandang. Berikut rumus indeks performan (IP) tersebut.


rumus indeks performan (IP)
 Keterangan :
IP     : Indeks performan
D     : persentase deplesi (%)
BB   : bobot badan rata-rata saat panen (kg)
FCR : feed conversion ratio
A/U  : umur rata-rata panen (hari)
Standar IP yang baik ialah di atas 300. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai IP maka semakin berhasil suatu peternakan broiler tersebut. Menilik rumus IP di atas, untuk menghitung IP dibutuhkan empat parameter lain yaitu:

1. Bobot badan (BB) rata-rata
Rumus ini digunakan untuk mengukur berat badan baik saat kontrol berat badan maupun saat panen. Berikut rumus tersebut :
Rumus menghitung Bobot badan (BB) rata-rata
Bandingkan hasil perhitungan di atas dengan data dari breeder. Idealnya, bobot badan rata-rata kandang lebih besar atau sama dengan standar. Jika bobot badan rata-rata lebih kecil dari standar lakukan beberapa perbaikan misalnya dalam tata laksana pemberian pakan dan pengaturan kepadatan kandang.
Penimbangan berat badan dapat dilakukan secara rutin tiap minggu dan saat panen. Penimbangan rutin tiap minggu dinamakan pula kontrol berat badan. Teknik kontrol badan tersebut ialah mengambil sampel 50–100 ekor tiap kandang secara merata di setiap bagian kandang. Kontrol berat badan merupakan metode penimbangan individu yang berarti seekor ayam ditimbang untuk berat badannya. Sebaiknya gunakan timbangan yang memiliki sensitivitas lebih tinggi agar berat badan ayam perindividu dapat lebih teliti diamati. Kegiatan ini dilakukan pada waktu yang sama tiap minggunya misalnya Senin pagi ketika kondisi tembolok kosong.

Penimbangan saat panen menggunakan metode penimbangan massal karena jumlah populasi yang harus ditimbang banyak. Faktor efisiensi waktu dan tingkat stres ayam menjadi hal yang penting. Secara teknis, penimbangan ayam bisa berbeda misalnya ayam ditimbang sekaligus keranjangnya atau ada juga yang mengikat ayamnya dahulu baru digantung.

2. Rasio konsumsi pakan terhadap peningkatan berat badan atau Feed Conversion Ratio (FCR)
Rumus menghitung FCR ialah :

Rumus untuk menghitung Rasio konsumsi pakan terhadap peningkatan berat badan atau Feed Conversion Ratio (FCR)

 Dengan kata lain, FCR didefinisikan berapa jumlah kilogram pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram berat badan. Idealnya satu kilogram pakan dapat menghasilkan berat badan 1 kg atau bahkan lebih (FCR ≤ 1). Sayangnya, kondisi tersebut tidak selalu terjadi. Pada broiler biasanya target FCR = 1 maksimal dapat dicapai sebelum ayam berumur 2 minggu (FCR dua minggu ± 1,047-1,071. Setelahnya, FCR akan meningkat sesuai umur ayam.

Breeder biasanya sudah menyertakan standar FCR tiap minggu dalam buku panduannya agar peternak bisa terus memantau FCR ayamnya tiap minggu. Nilai FCR yang sama atau lebih kecil dibandingkan standar, menandakan terjadinya efisiensi pakan yang didukung dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Namun jika nilai FCR lebih besar dibandingkan standar maka mengindikasikan terjadi pemborosan pakan sebagai akibat tidak maksimalnya manfaat pakan terhadap pertambahan bobot badan ayam. Salah satu faktor yang berperan penting menyebabkan hal ini ialah stres. Stres direspon oleh tubuh dengan memobilisasi glukosa untuk diubah menjadi energi dan digunakan untuk menekan stres itu sendiri. Akibatnya, hanya sedikit energi yang diarahkan ke pertambahan bobot badan.

3. Rata-rata umur ayam saat panen (A/U)
Parameter ini menghitung rata-rata umur ayam yang dipanen. Pemanenan yang termasuk ke dalam parameter ini ialah pemanenan ayam sehat pada bobot badan tertentu. Jadi, ayam afkir tidak masuk ke dalam perhitungan ini. Misalnya ada permintaan 600 ekor ayam broilerberat 1 kg kepada peternak broiler yang memiliki populasi 3.000 ekor. Sehingga peternak memutuskan memanen 600 ekor ayam yang sudah mencapai berat 1 kg sedang yang lainnya (2400 ekor,red) tidak. Rumus menghitung A/U ialah :

Rumus untuk menghitung Rata-rata umur ayam saat panen (A/U)

Keterangan :
U : umur ayam dipelihara
P : populasi ayam yang dipanen

4. Tingkat deplesi populasi

Deplesi populasi atau penyusutan jumlah ayam bisa berasal dari dua hal yaitu kematian dan afkir ayam (culling ayam). Rumus menghitung tingkat deplesi (D) ialah sebagai berikut :

Rumus menghitung tingkat deplesi (D)

Kematian ayam merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari baik karena sakit atau faktor-faktor lain. Biasanya peternakan menetapkan batas maksimal kematian yang dapat ditoleransi yaitu +5% semakin banyak ayam yang mati maka semakin besar kerugian peternak.

Keputusan pengafkiran ayam broiler biasanya karena sakit dan cacat yang ditinjau berdasarkan pertimbangan resiko dan ekonomis di bawah ini.

a) Pertimbangan resiko
Beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan resiko ialah potensi kesembuhan ayam, seberapa parah penyakit ayam, seberapa besar resiko yang dihadapi (kematian dan hambatan pertumbuhan,red) bila ayam lain tertular penyakit tersebut dan resiko kematian.

Ayam yang masih mau makan dan minum serta mau bergerak tentu kemungkinan sembuhnya lebih besar dibandingkan yang sudah tidak mau makan dan minum. Hal serupa juga terjadi jika ayam terkena penyakit yang sulit disembuhkan seperti ND terutama tipe saraf dan AI. Meskipun sembuh, ayam yang sudah terinfeksi penyakit tersebut sulit kembali mencapai produktivitas optimal. Belum lagi, resiko penularan penyakit dan kematian ayam tersebut jika tidak segera diafkir.

b) Pertimbangan ekonomis
Pendeknya umur pemeliharaan broiler adalah alasan utama mengapa pertimbangan ekonomis sangat penting. Salah satu konsekuensi hal tersebut ialah kecenderungan keputusan afkir untuk ayam yang sakit saat mendekati panen dibandingkan melakukan pengobatan. Pertimbangan ekonomis utama ialah terkait dengan berkurangnya keuntungan akibat pengeluaran biaya pengobatan dan pakan selama ayam sakit. Contoh kasus ialah ayam broiler sakit colibacillosis umur 33 hari (panen +35 hari). Dianjurkan ayam tersebut dipanen daripada diobati. Alasannya ialah berat badan ayam sudah hampir mencapai berat penjualan. Dengan penambahan waktu pemeliharaan untuk pengobatan, terjadi penambahan biaya untuk pengobatan dan pakan. Hal di atas belum termasuk resiko penurunan berat badan dan juga kematian ayam.
(sumber: dokterternak.com)

Tujuan dan manfaat memotong paruh ayam

Tujuan dan manfaat memotong paruh ayam
Pemotongan (Debeaking)paruh dilakukan untuk mengurangi sifat kanibal. Dengan dipotong, paruh menjadi tumpul sehingga kalaupun mematuk unggas yang lain, tidak menimbulkan luka. Berdasarkan para pakar unggas bahwa penyebab yang dapat menimbulkan kanibalisme adalah luas kandang terlalu sempit, temperatur kandang yang terlalu tinggi, defisiensi zat makanan, Kurang tempat makan dan tempat minum baik dari segi jumlah maupun luasnya, intensitas cahaya yang berlebih, bentuk ransom, sifat peck order, banyak menganggur, tidak seragamnya umur dalam 1 kandang, adanya gangguan external parasit, kurang sarang, dan akibat kekurangan garam.

Debeaker dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan cara kerjanya yaitu electricdan non electric. Potong paruh secara electric akan menyebabkan saraf bagian yang terpotong menjadi mati sehingga tidak perlu mengulanginya lagi sedang potong paruh secara non electric perlu mengulanginya karena saraf bagian yang terpotong tidak mati dan kemungkinan saraf itu akan tumbuh kembali. Potong paruh secara elektrik bisa memakai hot debeaker dan cold debeaker. Dari keduanya yang paling baik adalah hot debeaker karena saraf tidak tumbuh kembali.
Pelaksanaan program ini biasanya dilakukan pada umur 1-9 hari, karena :
  • Mempermudah penanganannya (handling)
  • Pada saat umur-umur tersebut kemungkinan mengeluarkan darah masih sedikit
  • Umur-umur tersebut sedikit mengalami stress apabila dibandingkan ketika dewasa
Tujuan dan manfaat :
  • Mengefisiensikan penggunaan pakan. Unggas-unggas yang dipotong paruhnya tidak akan pilih-pilih makanan sedang pada unggas yang tidak dipotong paruhnya akan lebih memilih jenis makanan yang berbutir (crumble dan pellet) daripada jenis tepung (mash). Sehingga kebanyakan makanan yang tersisa adalah jenis tepung.
  • Mengeliminasi sifat kanibal, baik kanibal antar ayam atau kanibal makan telurnya. Sifat kanibal antar ayam dapat dicegah dengan cara isolasi atau memisahkannya. Sedangkan kanibal memakan telur merupakan sifat genetik yang akan muncul apabila sifat fenotif mendukung seperti kepadatan kandang yang terlalu tinggi, keterlambatan pemberian pakan, ventilasi kurang, dan pakan yang kekurangan NaCl dan lain sebagainya.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan produksi telur, dengan efisiensi penggunaan pakan maka laju pertumbuhan diharapkan meningkat pula.

Di samping memberikan manfaat, potong paruh juga mempunyai sisi negatif seperti :
  • Menimbulkan stress, karena setelah beberapa waktu pelaksanaan potong paruh unggas akan mengeluarkan darah walaupun jumlahnya kecil dan ini menghalanginya untuk makan dan aktifitas lainnya.
  • Meningkatkan mortalitas, karena unggas yang stress tidak menutup kemungkinan akan sampai menyebabkan kematian kalau penanganan pasca potong paruh kurang mendapat perhatian.
  • Akan tetapi anda tidak perlu khawatir bagi yang belum pernah menerapkan cara ini. Survey banyak membuktikan bahwa unggas-unggas yang dipotong paruhnya akan menampilkan produksinya lebih baik daripada unggas yang tidak dipotong paruhnya.
    (sumber: fedcosierra.com)

Rabu, 06 Februari 2013

Cara memelihara ayam batik emas

Cara memelihara ayam batik emas
POLA budidaya ayam batik emas, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya ayam buras. Jadi teknik apakah yang akan dipakai bagi peternak, tergantung hasrat yang diinginkan, mau teknik ekstensif yaitu ayam dilepas bebas tanpa diberi kandang untuk istirahat dan tidur. Dan semi ekstensif atau intensif. Semi intensif adalah, ayam tetap dilepas namun arealnya dibatasi hanya sekitar areal pekarangan rumah. Peralatan khusus yang disediakan, khususnya pada tehknik semi intensif yaitu kandang berperan penuh sebagai tempat hidup sepanjang hidupnya.

Jadi bila kita mempunyai lahan yang besar, serta menginginkan beternak ayam batik emas secara besar-besaran sebaiknya menggunakan sistem semi intensif. Dan ini berguna untuk menghindari faktor kelumpuhan, sambil kita bisa menikmati keindahan bulu-bulu yang ditampilkan ayam batik emas.
Khusus bagi peternak pemula, yang menginginkan beternak ayam batik emas ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain, bibit, kandang dan makanan. Dan satu hal yang terkadang sering dilupakan, yaitu kebersihan kandang. Kandang harus benar-benar kering dan bersih, karena ini sangat besar pengaruhnya terhadap kecemerlangan warna bulu.

Memilih Bibit
Dalam memilih bibit, sebaiknya dipilih yang benar-benar sudah siap bertelur dalam arti kita tidak usah lagi menjodohkannya lagi. Sedangkan dalam menyiapkan kandang, sebaiknya diperhatikan antara ukuran dan luas kandang yang disediakan serta jumlah induk ayam yang menempati.

Untuk ini, bentuk kandang "postal" sangat dianjurkan. Perbandingan kandang ideal adalah, setiap meter pesegi ditempati oleh 5-6 ekor ayam. Dan tinggi kandang, jangan kurang dari 60 cm. Ventilasi harus baik, sehingga memungkinkan sirkulasi udara dalam berjalan dengan baik.

Selain itu dalam penyediaan bibit, diusahakan satu banding sepuluh, karena sifat dari ayam batik emas ini memiliki kemampuan seksualnya yang tinggi. Secara alami si jantan  mampu membuahi betina, sebanyak sepuluh ekor.

Khusus dalam mempersiapkan perkandangannya, kalau anda mau mengembangkan ayam jenis ini secara serius. Kandang pengeraman, harus dipisahkan dengan kandang tempat peristirahatan ayam-ayam tersebut. Dan ini sangat berguna sekali, untuk menghindari telur-telur dari gangguan ayam-ayam yang lainnya.

Sementara dalam segi pakan, seperti halnya ayam ras sebaiknya menggunakan layer yang diselingi irisan sayuran-sayuran hijauan berupa daun kol, daun kangkung yang berguna untuk menjaga kesehatannya. Dan jangan lupa, selain diberi pakan yang cukup secara rutin juga tambahkan vitamin.-

Selasa, 05 Februari 2013

Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur

Kita sebagai peternak di tuntut harus mengetahui sedikit atau banyak tentang ciri-ciri ayam bertelur dan ayam tidak bertelur, ini sangat lah penting bagi peternak ayam petelur atau peternak ayam breeder layer.
Ciri-ciri ayam bertelur:
kita perhatikan gambar ayam yang bertelur di bawah ini,

* bagian jengger dan pial terlihar bersinar, dan tidak terlihat pucat.

Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
jengger dan pial, mengkilap, merah dan besar
Jika di bagian kloaka,
ayam yang bertelur akan terlihat cairan (lembab) dan tidak kering, bagian anus terbuka dengan lebar atau tidak menyempit. perhatikan gambar di bawah ini.
anus yang lembab dan besar


Tulang pubis

atau tulang pinggul belakang, selalunya sangat pleksibel dan lentur, dan berjarak antara 3 jari orang dewasa, silahkan perhatikan gambar yang ada di bawah ini, yang saya kasih tanda marker atau spidol adalah posisi tulang pubis
jarak antara tulang sekitar 3 jari (org dewasa)

Bagian abdomen:
Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
pada bagian abdomen sangat lentur lembut dan terasa dalam bila di sentuh oleh tangan dan tidak keras.
Perhatikan gambar di bawah ini, jarak antara tulang dada dan kloaka berjarak sekitar 3 sampai 4 jari orang dewasa, yang pada gambar di ini adalah 4 jari.
posisi ayam menghadap ke atas

Ciri-ciri ayam yang tidak bertelur:
Perhatikan jengger ayam yang tidak bertelur ini

* jengger dan vial terlihat pucat dan tidak bersinar
* jengger kecil , tidak cerah dan tidak mengkilap
* pial kecil dan warna yang memudar

jengger dan pial yang kecil dan pucat
Bagian kloaka:

Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
* Bagian kloaka ayam yang tidak bertelur sangat terlihat kering
* dan lubang kloaka yang kecil, dan tidak lembab.
* tidak terlihat kandungan air di bagian kloaka ayam yang tidak bertelur


Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
bagian kloaka ayam tidak bertelur

Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
Jarak antara tulang pubis:
ayam yang tidak bertelur jarak antara tulang pubis sangat sempit, biasanya kurang dari 2 jari orang dewasa, dan tentunya sangat berlainan dengan ayam yang bertelur yang memiliki jarak yang sangat lebar, perhatikan gambar di bawah ini , jarak antara tulang pubis sangat kecil, dan kurang dari 2 jari, pehatikan jari telunjuk yang hanya masuk bagian ujung nya saja. menandakan bagian antara tulang pubis kurang dari 2 jari.

jarak tulang pubis yang menyempit

Bagian abdomen ayam yang tidak bertelur:
Pada bagian abdomen bila di raba sangat keras, dan tidak lentur, dan tidak dalam (dangkal) bial di raba.
Perhatikan gambar di bawah ini:

Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
Pada bagian abdomen (bagian abdomen adalah bagian atau antara yang di garis merah) biasanya hanya berjarak antara 2 jari saja, dan sangat sempit.
posisi ayam menghadap ke atas

Ciri fisik ayam yang bisa bertelur dan tidak bertelur
Terimakasih semoga dengan artikel yang sangat singkat dan sangat sederhana ini bisa membantu buat anda yang sedang ingin mengetahui ciri-ciri ayam bertelur dan ayam yang tidak bertelur secara fisik.
(sumber: teknikpanduanbeternakpakanpeternakan.blogspot.com)

Senin, 04 Februari 2013

Minyak ikan bisa menimbulkan bau tengik pada ransum ayam

Minyak ikan bisa menimbulkan bau tengik pada ransum ayam
Secara tidak langsung pemakaian minyak ikan akan memicu timbulnya bau tengik pada ransum ayam. Bau tengik pada ransum sendiri biasanya disebabkan karena penyimpanan ransum yang tidak bagus atau terlalu lama. Minyak ikan mengandung lemak yang cukup tinggi, karena hal tersebut minyak ikan bersifat mudah teroksidasi sehingga menimbulkan bau tengik pada ransum. Sebagai antisipasi saat formulasi ransum, pemberian minyak ikan dapat diatur sesuai formulasi ransum atau ditambahkan antioksidan.


Antioksidan yang dapat digunakan yaitu BHT dan BHA, dosis yang dapat digunakan sebanyak 125 - 250 g per ton ransum (tergantung produknya). Penambahan antioksidan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tahan bahan baku atau ransum, mencegah ketengikan dan kerusakan pigmen, sehingga kualitas nutrisi dan palatabilitas ransum tetap terjaga. Dipasaran produk antioksidan biasanya telah mengandung beberapa jenis zat antioksidan, oleh karenanya perhatikan aturan pakai sesuai anjuran di kemasan produk. Sebagai informasi Top Mix telah mengandung antioksidan santoquin, sehingga bisa dijadikan alternatif dengan dosis pemberian 2-4 gram tiap 1 kg ransum.

Selain dengan penambahan antioksidan, untuk mencegah ransum mudah tengik perlu diperhatikan juga lamanya penyimpanan, serta kondisi gudang, terutama suhu dan kelembaban. Berikan alas kayu agar ransum tidak kontak langsung dengan lantai. Cara lain untuk menghindari ransum tengik yaitu dengan memberikan ransum dalam kondisi segar. Caranya, ransum diberikan sedikit demi sedikit atau rajin melakukan pembolak-balikan ransum. Hati-hati saat pengisian air minum jangan sampai menumpahi tempat ransum ayam, karena ransum yang basah juga mudah menjadi tengik (busuk).
(sumber: info.medion.co.id)

Minggu, 03 Februari 2013

Minyak ikan untuk ayam yang kurang nafsu makan

Minyak ikan untuk ayam yang kurang nafsu makan
Siapa tak kenal minyak ikan? Bagi yang memelihara ayam tentu tak asing lagi dengan minyak yang satu ini. biasanya diberikan pada ayam yang  kurus/susah makan, kita langsung bergegas memberinya minyak ikan?  Berdasarkan penelitian, ternyata minyak ikan tak sekadar bisa menambah nafsu makan, bahkan di dalamnya mengandung Omega-3, yang kita tahu, terutama DHA, kaitannya dengan kecerdasan amat menonjol. Itulah mengapa, meski sudah old fashion, minyak ikan tetap populer.

Omega-3  mengandung 2 unsur asam lemak esensial rantai panjang: EPA (Eico Pentanoic Acid)/asam lemak Omega-3 rantai panjang C 20 dan DHA (Doxoca Hexanoic Acid)/asam lemak omega rantai panjang C 22. Asam lemak dari Omega-3 ini disebut juga asam linoleat.
DHA sangat berperan dalam meningkatkan ketajaman retina mata , sekaligus meningkatkan kecerdasan otak. Seperti diketahui, mata sangat penting. Indra penglihatan ini merupakan jendela untuk melihat segala sesuatu yang kemudian meneruskan stimulus ke otak. "Nah, ketajaman mata menangkap suatu objek dan meneruskannya jadi respon di otak, dipengaruhi oleh unsur DHA. Itulah mengapa, dikatakan DHA berperan terhadap kecerdasan." Sedangkan unsur EPA berperan terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

IKAN LAUT DALAM
Kandungan Omega-3 yang tertinggi ditemui pada ikan laut dalam, seperti minyak dari hati ikan cod atau yang kerap disebut cod liver oil. Sementara pada ikan yang hidup di permukaan, boleh dikata kandungan Omega-3-nya kecil atau hampir tak ada.
Kandungan Omega-3 yang tinggi pada ikan laut dalam disebabkan ikan tersebut harus bertahan terhadap lingkungan sekitarnya, seperti suhu dingin dan tekanan tinggi, hingga dibutuhkan timbunan lemak yang tinggi pula. Bukan itu saja, ikan laut dalam juga mengkonsumsi phytoplankton atau tanaman yang hidup di dasar laut. Padahal, dalam phytoplankton terkandung unsur Omega-3, walau rantai pendek atau C 18. Omega rantai pendek ini juga bisa dijumpai pada tumbuhan jagung. "Sedangkan ikan-ikan di permukaan tak mengkonsumsi itu, kecuali mungkin ikan yang dibudidayakan dengan pemberian makanan seperti itu," .

VITAMIN DAN MINERAL
Dalam minyak ikan juga ada vitamin, karena minyak ikan diambil dari hati ikan. Bukankah hati adalah salah satu sumber vitamin A, D, dan juga kalsium? Itu sebab, sering dikatakan minyak ikan baik juga untuk pertumbuhan tulang dan bulu. Jadi, bila orang  menganggap minyak ikan dapat menambah nafsu makan pada ayam, ada benarnya. Karena memang di dalamnya terdapat unsur penambah nafsu makan. "Umumnya, komposisi obat penambah nafsu makan itu kebanyakan vitamin dan yang dominan adalah vitamin B kompleks. Namun vitamin D juga termasuk unsur yang bisa membangkitkan nafsu makan," .

JANGAN BERLEBIHAN
Minyak ikan juga mengandung lemak tinggi. "Satu gram lemak kalau dikonversikan jadi 9 kalori. Bandingkan dengan satu gram karbohidrat yang hanya 4 kalori. Hingga, minyak ini sangat bagus bila diberikan pada ayam kurus."  Walau begitu, jangan mentang-mentang ayam kurus lalu konsumsi minyak ikannya diperbanyak, lo. Sebab, pemberian minyak ikan seyogyanya disesuaikan aturan penggunaannya. Dosis yang dianjurkan,  Selain itu, pada prinsipnya minyak ikan termasuk food supplement atau zat gizi tambahan yang berasal dari ikan. "Prinsip dasar makanan suplemen itu, kan, hanya layak dikonsumsi oleh individu yang memang kekurangan zat gizi atau bahan makanan tak bisa masuk ke tubuhnya semisal dikarenakan tak ada nafsu makan atau dalam keadaan sakit."  Jadi, bila pola makannya baik, sebetulnya tak perlu lagi mengkonsumsi yang namanya suplemen karena bisa berakibat kelebihan zat gizi yang ada pada suplemen tersebut. Seperti diuraikan di atas, dalam minyak ikan terkandung vitamin A, D, dan kalsium yang cukup tinggi. "Padahal, vitamin hanya dibutuhkan sedikit dalam tubuh."  Contoh saja, pada ayam umumnya diberi makanan gabah/beras merah/jagung  yang di dalamnya terdapat kandungan kalsium tinggi? Nah, jika ditambah dengan masuknya minyak ikan secara berlebihan, tentu akan kelebihan kalsium yang bisa jadi toksid/racun. "  akan memperberat sistem pencernaannya ayam kita."

HANYA BILA TAK NAFSU MAKAN
Jadi, jangan mentang-mentang ayam kita kurang gizi lalu diberikan minyak ikan dalam dosis dua kali lipat, ya, . Sebaiknya, hanya diberikan kalau ayam tak nafsu makan. "Karena pada ayam yang tak nafsu makan, otomatis zat-zat gizi lainnya tak masuk ke tubuhnya. Nah, untuk mengkompensasi kekurangan dari zat-zat yang seharusnya dari makanan inilah diberikan food suplemen minyak ikan ini."
Tapi yang perlu dicatat..., akan lebih bagus lagi bila ayam bisa mengkonsumsi langsung dari ikan. Dengan demikian, bukan hanya Omega-3-nya saja yang bisa diperoleh, tapi kandungan peridoksin, yodium, dan niasinnya bisa didapat. "Kalau dalam bentuk ekstrak minyak ikan, pasti ada zat-zat lain dari bahan makanan ikan tersebut yang tersisih." perlu diperhatikan pula i, agar kadar Omega-3 dalam ikan bisa dipertahankan, sebaiknya dalam mengolahnya tak digoreng karena Omega-3 akan rusak dengan panas tinggi. "Paling baik jika diolah dengan cara dipepes atau dipanggang."
(sumber: groups.yahoo.com)

Jumat, 01 Februari 2013

Minyak Ikan Lemuru Bisa Meningkatkan Kekebalan Ayam

Minyak Ikan Lemuru Bisa Meningkatkan Kekebalan Ayam
Penggunaan enam persen minyak ikan lemuru dan suplemen vitamin E 200 ppm (part per million) dalam pakan ayam ternyata mampu meningkatkan kekebalan (imunomodulator) ayam broiler. Demikian hasil riset yang dilakukan Denny Rusmana, mahasiswa S3 Ilmu Ternak, Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Ikan lemuru mengandung asam lemak linolenat yang dibutuhkan ayam untuk mengoptimalkan daya tahan tubuhnya," ungkap Denny dalam sidang terbuka berjudul Minyak Ikan Lemuru sebagai Imunomodulator dan Penambahan Vitamin E untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Ayam Broiler di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Rabu (9/1).

Penelitian yang dilaksanakan Denny bertujuan mengetahui pengaruh pemberian minyak ikan lemuru dan penambahan vitamin E terhadap respon kekebalan ayam broiler yang divaksin Newcastle Diseases (ND) dan Infectious Bursa Diseases (IBD).

Menurut dia, selama ini penyusunan ransum (pakan) ditekankan kepada terpenuhinya kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral. Sementara asam lemak tak jenuh ganda jarang menjadi perhatian dalam penyusunan ransum, padahal zat ini sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Minyak ikan lemuru bisa diperoleh dari hasil sampingan pembuatan tepung dan pengalengan ikan.

"Dari proses pengalengan ikan diperoleh rendemen minyak sebesar 5 persen. Sedangkan dari proses pembuatan tepung ikan sebesar 10 persen," katanya. Minyak ikan lemuru penelitian Denny diambil dari Muncar Banyuwangi yang telah dilakukan proses pemurnian lebih dahulu.

Hasil penelitian lain sebelumnya menunjukkan, penggunaan tiga persen minyak ikan lemuru yang dicampur pakan jagung bisa menekan peradangan pada ayam. Namun penambahan minyak ikan lebih dari tujuh persen memberikan efek kurang menguntungkan, sebab asam lemak jenuh dalam minyak ikan lemuru sangat mudah teroksidasi dan menurunkan kadar vitamin E.

Pada gilirannya defesiensi vitamin E juga mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh. Berdasarkan alasan ini, Denny menambahkan vitamin E dalam bentuk alfa tocopherol dalam ransum berisi minyak ikan lemuru untuk menstabilkan vitamin E.

Penelitian Danny telah diujicobakan pada 216 ekor ayam broiler. "Hasilnya, ayam yang mengonsumsi ransum minyak ikan lemuru enam persen dan 200 ppm vitamin E secara signifikan meningkat daya tahan tubuhnya terhadap penyakit khususnya ND dan IBD," ujar staf pengajar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung tersebut.

Penelitian tersebut dilakukan dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari Prof. Wiranda Gentini Piliang, Dr. Slamet Budijanto, dan Dr. Agus Setiyono.

(sumber: nasional.kompas.com)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...