Sabtu, 18 Mei 2013

Obat herbal untuk pencegahan penyakit pada ayam aduan

Obat herbal untuk penccegahan penyakit pada ayam aduan
Obat herbal untuk penccegahan penyakit pada ayam aduan - Ayam adalah jenis unggas yang sangat rentan terhadap penyakit. Penyakit pada ayam umumnya disebabkan karena perubahan cuaca yang terjadi sepanjang tahun. Bahkan sering terjadi jumlah ternak ayam kita sudah cukup banyak, namun mendadak ada serangan penyakit yang serempak hanya dalam beberapa hari saja jumlah ternak ayam kita tinggal beberapa ekor saja. Hasil kerja keras kita dalam mengembangkan usaha ternak ayam hampir tidak ada gunanya. Dan seringkali hal ini menjadi salah satu penyebab para peternak ayam aduan patah semangat dalam memulai usaha ternak ayam kembali. Terlebih lagi bila ayam kita yang turut menjadi korban terserang penyakit dan kemudian mati.

Berbagai usaha pencegahan terhadap ternak ayam dapat kita lakukan, misalnya melalui hal – hal berikut ini :
  1. Vaksinasi rutin semenjak kuthukan (vaksin tetes), untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak ayam
  2. Obat – obatan untuk mengatasi dan mencegah serangan penyakit ayam
  3. Vitamin untuk ayam selalu kita sediakan secukupnya
  4. Makanan/minuman ayam yang memenuhi kebutuhan nutrisi ayam
  5. Sanitasi lingkungan ternak yang bersih dan higienis
  6. Jauhkan “pergaulan” ayam ternakan kita dengan ayam kampung dan ayam dari pasar (karena ayam kampung dan ayam pasar ini sering terkontaminasi virus dan penyakit ayam yang mematikan dan menular.
Selain tips usaha pencegahan penyakit ayam di atas, saya ingin menambahkan resep untuk pencegahan penyakit ayam secara herbal, di mana bahan – bahan herbal tersedia banyak dan mudah didapatkan di pasar tradisional, dan tentu saja dengan harganya yang relatif murah di kantong. Tiap butir obat herbal ini terdiri dari berbagai bahan herbal yang memiliki khasiat masing – masing dan kemudian dicampur menjadi satu.

Sebagai tahap awal pembuatan obat herbal ayam ini, semua bahan herbal kita cuci hingga bersih, lalu dipotong kecil – kecil. Langkah selanjutnya adalah memblender bahan herbal tersebut hingga lembut lalu bahan herbal yang sudah diblender tersebut dijemur di terik matahari. Penjemuran dilakukan hingga bahan herbal tersebut dapat dibentuk menjadi butiran – butiran kecil. Langkah terakhir adalah membentuk butiran kecil dari adonan yang telah dijemur tadi. Adapun ukuran butiran jamu herbal tersebut disesuaikan dengan usia dan kebutuhan ayam, sebagai berikut:
  1. Anak ayam usia 1,5 – 2 bulan   : sebesar butiran jagung
  2. Ayam remaja usia 3 – 4 bulan   : sebesar butiran biji melinjo tanpa kulitnya
  3. Ayam usia > 5 bulan                : sebesar biji kelengkeng dengan kulitnya

Adapun berbagai manfaat penggunaan jamu herbal bagi ayam adalah sebagai berikut :
  1. Mengurangi lemak pada ayam
  2. Mencegah penyakit ayam
  3. Regenerasi sel – sel secara alami pada ayam
  4. Menambah dan menguatkan stamina ayam
  5. Alami, sehingga tidak ada efek samping yang dapat membahayakan kesehatan ayam
Adapun adonan jamu herbal adalah sebagai berikut :
  1. Resep : Kunyit, Kencur, Sunthi, Jahe, Gula Merah, telur itik
    Komposisi : (4, 2, 1, ½, 2 butir)
  2. Resep : Kunyit, Kencur, Temulawak, Temugiring, Temuireng, Gula Merah, telur itik
    Komposisi : (4, 2, 1, 1, 1, 1, 2 butir)
  3. Resep : Kunyit, Kunci, Dlingo, Bengle, Asam Jawa, Gula Merah, telur itik
    Komposisi : (4, 1, 1, 1, 1, 1, 2 butir)
  4. Resep : Kunyit, Kencur, Sunthi, Kunci, Gula Merah, telur itik
    Komposisi : (4, 2, 1, 2, 1, 2 butir)
*) Keterangan :
  1. Satuan dalam komposisi adalah berat, kecuali telur.
  2. Sebelum diblender, semua bahan adonan (kecuali telur) dicuci bersih kemudian dipotong tipis – tipis agar mudah digiling saat proses pemblenderan. Telur juga dimasukkan saat diblender agar adonan lebih lancar untuk diblender. Tambahkan air bila perlu agar proses pemblenderan lebih cepat berjalan lancar sampai lembut.
  3. Tuangkan adonan yang telah diblender di nampan plastic, lalu jemur hingga liat untuk kemudian dibentuk butiran bulat atau bulat memanjang (lonjong).
  4. Jemur lagi sampai kering. Taburkan tepung beras agar butiran tidak lengket.
  5. Simpan di toples kaca atau plastik, dan jangan lupa diberi kemasan kristal (silica gel) agar tidak pengap.
  6. Penggunaan :
  • Untuk ayam usia 1½ - 4 bulan, gunakan resep no. 1 dan 2 secara bergantian, misal : Senin 1 butir resep no. 1, Kamis 1 butir resep no. 2). 
  • Untuk ayam dewasa disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Dalam suasana iklim dingin gunakan 1 minggu  2 x (1 butir  resep)
  • Dalam cuaca panas cukup satu macam resep, 1 butir per minggu
(sumber: http://kardonofarm.blogspot.com)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...