Kamis, 13 September 2012

Pentingnya pemanas (Brooder) untuk anak ayam (DOC)

Ibarat bayi yang senantiasa memerlukan kasih sayang dan kehangatan dekapan seorang ibu, itulah kondisi yang dialami anak ayam. Saat masa brooding atau di awal pemeliharaannya, anak ayam juga memerlukan perhatian lebih dari peternak. Terutama menjelang musim penghujan seperti saat ini. Musim dimana curah hujan sangat tinggi dan kadang diikuti dengan angin kencang, yang mengakibatkan terjadi penurunan suhu udara dan peningkatan kelembaban udara. Sebagai peternak kita harus ingat, efek musim hujan tersebut dapat berdampak pada ayam. Tanpa persiapan dan penanganan yang optimal, pertumbuhan ayam dapat terganggu. Lantas sudah siapkah Anda menghadapinya?

Kita ketahui bersama, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kenyamanan ternak dalam beraktivitas di kandang. Sistem thermoregulatory (pengatur suhu tubuh) ayam baru optimal saat ayam berumur 2 minggu, sehingga anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya. Akibatnya ketika terjadi penurunan suhu, ayam dapat mengalami stres yang menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme tubuh seperti penyerapan kuning telur terhambat sehingga pertumbuhan ayam menjadi terganggu. Atau bisa juga terjadi gangguan fisiologis seperti lazy leucocytes syndrome (gangguan fisiologis dimana sel darah putih tidak memberikan respon yang optimal terhadap bibit penyakit yang menginfeksi ke dalam tubuh) yang berakibat ayam mudah sakit.

Anak ayam komersial sendiri dapat diibaratkan sebagai anak yatim piatu, karena pemeliharaannya lepas induk sehingga mau tidak mau kita harus memberikan brooder sebagai pengganti induk. Brooder diperlukan agar anak ayam tetap mendapat kehangatan, serta lingkungan yang nyaman untuk tinggal dan berkembang biak. Apalagi dengan sifat genetik ayam yang lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan mudah stres, maka kecukupan brooder menjadi satu hal yang wajib untuk disediakan. Pertumbuhan ayam tidak seragam akibat tidak tercukupinya pemanas tambahan

Pada periode brooding sendiri, anak ayam akan memilih suhu yang nyaman sesuai kebutuhannya. Suhu yang nyaman ini dapat dipenuhi dari pemakaian pemanas. Pemanas biasanya digunakan hingga anak ayam berumur 2 minggu. Namun hal ini bukanlah sebuah standar yang mutlak karena penggunaan pemanas dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di farm. Contohnya pada musim hujan, pemanas dapat digunakan lebih lama (hingga umur 3 minggu).

Menyadari pentingnya pamanas tersebut, maka kecukupan, kestabilan, dan kemudahan pengaturan suhu pemanas sangat penting untuk dipenuhi. Jika pemanas yang digunakan tidak bagus atau suhu tidak mencukupi untuk tumbuh-kembang anak ayam, maka bersiap-siaplah dengan hasil produksi yang tidak optimal.


Brooder untuk Anak Ayam

Dalam pemeliharaan ayam banyak dikenal jenis pemanas tambahan dari yang tradisional hingga modern. Dilihat dari bahan bakar yang digunakan, dikenal 4 jenis pemanas, yaitu:

1.  Pemanas gas


Berbahan bakar gas LPG, dengan desain yang modern, pemanas ini dirancang agar mudah digunakan. Hanya saja karena harganya relatif agak mahal, kadang peternak penuh pertimbangan saat akan menggunakan pemanas jenis ini. Padahal banyak keunggulan yang bisa diperoleh, diantaranya panas yang dihasilkan cukup, stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi suara maupun udara (asap).

2.  Pemanas batu bara

Batu bara dikenal juga sebagai bahan bakar altenatif non minyak. Saat ini banyak peternak yang sudah memanfaatkannya sebagai pemanas tambahan pada ayam. Harga batu bara yang murah serta tungku atau alat pembakar yang sederhana, menjadikan investasi pengadaan pemanas ini murah.

Namun pemakaiannya bukan tanpa kelemahan. Saat digunakan, panas yang dihasilkan cukup namun tidak stabil/sulit diatur, serta diperlukan tungku dalam jumlah yang lebih banyak. Ketika pertama kali dinyalakan juga akan timbul asap yang dapat menganggu pernapasan ayam (bisa menjadi faktor pemicu penyakit pernapasan). Selain itu jika sudah selesai digunakan tapi bahan bakar masih banyak, maka sisa batu bara tersebut akan terbuang sia-sia.

3.  Semawar

Pemanas ini relatif sederhana karena hanya memanfaatkan kompor/tungku seperti yang digunakan oleh penjual mie ayam keliling, yang dimodifikasi dengan diberi payung berbentuk bulat. Bahan bakar yang biasanya digunakan adalah minyak tanah. Namun dengan adanya pembatasan subsidi dan makin langkanya minyak tanah, saat ini bahan bakar tersebut diganti dengan gas LPG.

Dari segi biaya pengadaan peralatan, semawar gas LPG relatif lebih murah dibanding pemanas gas modern. Namun kelemahan pemanas ini adalah terjadinya nyala api yang sangat riskan menyebabkan kebakaran. Selain itu tudung/payung yang digunakan sebagai pemfokus panas mudah rusak, sehingga akan menyebabkan ada panas yang terbuang percuma, pemborosan penggunaan gas dan penggantian peralatan pemanas yang lebih sering.

4.  Pemanas kayu bakar

Pemanas ini masih sangat tradisional, karena hanya memanfaatkan drum bekas kemudian diisi dengan kayu bakar, sekam padi atau sekam sisa pengergajian kayu yang kemudian dibakar. Biaya pengadaannya paling murah dibandingkan dengan ketiga pemanas sebelumnya, namun saat digunakan paling tidak efektif.

Selain karena menimbulkan asap sepanjang pemakaian, yang berbahaya bagi kesehatan ayam dan riskan terhadap gangguan saluran pernapasan. Suhu yang dihasilkan juga sulit dikontrol dan difokuskan. Hal ini bisa berakibat pertumbuhan ayam menjadi tidak merata karena lingkungan yang tidak nyaman dan ayam tidak dapat beraktivitas dengan baik.
(sumber: info medion)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...